GIRI – Manajemen Banyuwangi Putra (BP) secara resmi membubarkan tim untuk kompetisi tahun 2021. Mereka telah berjuang mengarungi kompetisi Liga 3 Jawa Timur sejak Juni 2021 lalu.
Setelah gugur di babak 32 besar, manajemen BP juga menyelesaikan hak-hak dari pelatih dan pemain, Rabu siang (8/12). Setelah dibayar manajemen, semua pemain kembali ke tempat asal masing-masing. Termasuk para pemain lokal asal Banyuwangi.
”Kita selesaikan gaji pemain dan pelatih untuk bulan November 2021. Kami berterima kasih atas kontribusi semuanya yang sudah berjuang keras sampai ke babak 32 besar,” ujar Manajer BP Deky Firmansyah.
Pembubaran tim 2021 ini, kata Deky, bukan menjadi akhir dari pertarungan BP. Tim berjuluk Laskar Janur Kuning itu, menurutnya masih memiliki ambisi untuk bisa promosi ke Liga 2. Karena itu, ada 60 persen pemain yang memiliki perjanjian tidak tertulis dengan manajemen untuk kembali merumput bersama BP musim depan. ”Kemarin hanya permulaan. Kami akan memperbaiki penampilan di musim depan,” kata Deky.
Salah satu hal yang akan diperbaiki manajemen, lanjut Deky, adalah posisi striker tim. Kelemahan BP menyelesaikan peluang akhir menurutnya menjadi salah satu catatan yang cukup penting. Dalam materi tim, BP menurutnya kuat di lini tengah dan belakang tetapi lemah di lini depan. ”Perburuan lini depan akan kita mulai sejak awal. Jadi ketika kompetisi digelar nanti kita sudah siap, tidak terburu-buru seperti sebelumnya,” terangnya.
Asisten Manajer BP Untung Al Akbar menambahkan, setelah pembubaran tim kompetisi Liga 3 2021, sudah ada lima pemain yang akan tetap merumput dengan tim yang berbeda. Mereka ditawari bergabung dengan PSIP Pekalongan yang lolos di zona nasional. ”Kita akan kembali bersiap bulan Maret 2022 nanti, karena rencananya kompetisi akan diputar Mei 2022. Kita pastikan lebih siap,” pungkasnya.
Editor : Ali Sodiqin