BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Pengurus baru Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi bergerak cepat usai dilantik Pengprov TI Jawa Timur kemarin. Setelah sebelumnya menggelar seleksi untuk mempersiapkan tim bayangan Proprov, kemarin (31/10) mereka juga menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup untuk 160 orang Taekwondoin.
UKT digelar di aula Untag 1945 Banyuwangi itu juga tercatat menjadi salah satu UKT dengan peserta terbanyak selama masa pandemi. Artinya, selama pandemi perkembangan anggota Taekwondo terus bertambah. "Biasanya peserta hanya 100 sampai 130, ini sampai 160,berarti ada perkembangan jumlah siswa atau anak-anak bergabung dalam olahraga taekwondo," kata Ketua TI Banyuwangi, Satrio Bintang Johar.
Dalam UKT tersebut, para pesertanya menurut Satrio, seluruhnya adalah pelajar. Mulai dari mereka baru bersabuk putih, kujing hingga tertinggi sabuk merah. Ada juga 35 siswa dari SMA Taruna Bhayangkara yang juga ikut menjadi peseta UKT. "Yang terbanyak dari wilayah kota,kemudian Genteng, lalu Cluring. Ini cukup mengejutkan, ternyata selama pandemi olahraga terus berkembang,"ucapnya
UKT yang diikuti 10 perwakilan Dojang (klub) itu diselenggarakan dalam waktu satu hari penuh. Satrio berharap, dengan penyelenggaraan UKT nanti Taekwondo Indonesia Banyuwangi bisa menggelar Kejurkab secara offline. "Rencananya kita gelar pada Bulan Desember nanti. Karena di bulan yang sama akan ada acara Kejurprov,"terangnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi TI Jawa Timur, Muhamad Yusron mengatakan pihaknya berharap para pengurus TI Banyuwangi baru dilantik bisa membawa perkembangan bagi olahraga Taekwondo. Apalagi, banyak pengurus muda ada di dalamnya. "Kita harap ke depan kegiatan di Banyuwangi bisa semakin terarah dan lebih maksimal," tandasnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono