KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Olahraga tinju di Banyuwangi bertekad bangkit. Untuk membangkitkan kejayaan tinju, sejumlah petinju profesional diundang ke Banyuwangi, Jumat kemarin (30/9).
Mereka ikut memeriahkan kejuaraan tinju terbuka yang digelar di halaman rumah Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kamis malam kemarin (30/9. Iwan Key dan Rexy Akbar, mantan juara nasional kelas terbang mini, ikut bertanding. Selain itu, Faisol Akbar, mantan juara IBF Intercontinental kelas terbang ringan.
Event yang diprakarsai Made Cahyana Negara dan Pertina Banyuwangi ini dibuka dengan pertandingan amatir yang diikuti 11 petinju dari kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bali. Mulai dari Ngawi, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, serta Jembrana dan Denpasar.
Beberapa atlet usia pembinaan dari sasana di Banyuwangi bertarung melawan atlet-atlet dari luar daerah. Dalam event tersebut, lima petinju dari Mirah Boxing Camp menjadi juara.
Wakil Ketua Pertina Banyuwangi Sudiro Husodo mengatakan, event kali ini menjadi ajang uji coba kesiapan atlet Banyuwangi sekaligus menjadi pertandingan ekshibisi untuk para petinju profesional. Di pertandingan awal, atlet-atlet usia muda dipertandingkan untuk bisa sama-sama mengukur hasil pembinaan di masing-masing kabupaten.
Dari hasil pertandingan tersebut, imbuh Sudiro, bisa dipetakan mana atlet yang layak diproyeksikan mewakili Banyuwangi untuk Porprov 2022 mendatang. ”Sementara ada dua atlet yang kita lihat cukup siap. Tapi tahapan persiapan masih panjang, jadi masih bisa ada perubahan,” ujar mantan petinju nasional itu.
Pada pertandingan ekshibisi, dua petinju profesional, Iwan Key dan Rexy Akbar, menunjukkan kemampuannya di atas ring. Pertandingan ini menjadi tontonan yang cukup menarik bagi para pencinta olahraga tinju. Sayangnya, jumlah penonton harus dibatasi sehinga masyarakat hanya bisa melihat dari kejauhan. ”Skill kedua petinju bisa kita lihat di akhir event. Keduanya bermain imbang. Kita harap bisa menjadi contoh untuk atlet muda agar bisa bermain sebaik mereka,” kata Sudiro.
Pengagas pertandingan tinju, Made Cahyana Negara mengaku senang dengan animo petinju dari berbagai daerah tampil di Banyuwangi. Kehadiran mereka diharapkan bisa menggairahkan olahraga tinju di Banyuwangi. ”Kami hanya menyediakan tempat. Soal teknis sudah ditangani panitia,’’ kata Ketua DPRD Banyuwangi itu.
Pihaknya sengaja tidak mengundang banyak tamu karena situasinya masih pandemi Covid-19. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, panitia memberlakukan protokol kesehatan yang cukup ketat. Semua petinju yang naik ring wajib menjalani tes antigen. ”Penontonnya juga tidak banyak biar tidak memicu kerumuman. Harapan kami, kejuaraan tinju amatir seperti ini bisa menggairahkan olahraga tinju di Banyuwangi,’’ tegas Ketua DPC PDIP Banyuwangi itu.
Editor : Rahman Bayu Saksono