Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berawal Dari Hobi, Kini Marki Sandi Jadi Wasit Berlisensi Nasional

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Agustus 2021 | 15:00 WIB
berawal-dari-hobi-kini-marki-sandi-jadi-wasit-berlisensi-nasional
berawal-dari-hobi-kini-marki-sandi-jadi-wasit-berlisensi-nasional


RadarBanyuwangi.id - Setahun lebih pandemi menghantam Indonesia. Semua aktivitas masyarakat, termasuk olahraga tak lagi bisa digelar dengan bebas. Atlet, pelatih, maupun wasit kini tak memiliki banyak kesibukan.



Sepinya aktivitas event olahraga dirasakan oleh Marki Sandi, salah satu wasit Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tingkat nasional asal Banyuwangi. Dalam setahun terakhir, aktivitas Sandi lebih banyak di Banyuwangi.  



Event terakhir yang sempat diikuti adalah Indonesia Master yang digelar bulan Februari tahun 2020. Saat itu, informasi virus korona sudah cukup santer di Tiongkok, namun belum sampai ke Indonesia.



Begitu memasuki bulan Maret, virus mulai masuk ke tanah air. Perlahan demi perlahan, event bulu tangkis, terutama yang memiliki level nasional dan internasional, mulai jarang digelar. Mulai saat itu Sandi tak bisa lagi tampil di lapangan untuk memimpin pertandingan. ”Praktis tidak ada aktivitas. Ada beberapa kali kegiatan penyegaran wasit, tapi secara virtual. Itu pun di level daerah,” kata Sandi.



Bungsu dari tiga bersaudara itu mengawali karir wasitnya sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMAN 1 Giri. Berangkat dari penghobi bulu tangkis, Sandi mulai memimpin pertandingan-pertandingan seleksi O2SN level kabupaten.



Setelah masuk ke perguruan tinggi, Sandi mulai menekuni dunia perwasitan bulu tangkis. Sampai akhirnya tahun 2019, dosen di Fakultas Olahraga dan Kesehatan di Universitas PGRI Banyuwangi itu mendapatkan kualifikasi wasit Nasional A PBSI.



Bagi Sandi, menjadi wasit bulu tangkis cukup menyenangkan. Padahal, umumnya mereka yang menjadi wasit berangkat dari atlet atau pelatih. Gara-gara hobi dengan bulu tangkis, dia bisa menjadi wasit internasional. ”Kalau bukan hobi mungkin tidak bisa menikmati, karena memang hobi bisa berlama-lama jadi wasit,” ujar alumnus Universitas Malang itu.



Selain menjadi wasit, Sandi juga berkompetensi menjadi match control selama proses pertandingan bulu tangkis berlangsung. Kemampuan itu juga yang membuatnya kerap diminta memimpin pertandingan-pertandingan bulu tangkis level nasional maupun internasional.



Dengan kesempatannya menjadi wasit, Sandi bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan berkelas yang dimainkan para pebulu tangkis peringkat 1 sampai 10 dunia.



Tak jarang, dia tidur di hotel yang sama dengan pebulu tangkis nasional dan internasional. ”Kalau atlet nasional, hampir semuanya sudah pernah bertemu. Dulu sebelum menjadi wasit sepertinya tidak mungkin,” kata Sandi.



Selama pandemi, Sandi lebih mengisi waktu dengan banyak membaca, terutama terkait perubahan-perubahan aturan bulu tangkis terbaru.  ”Yang penting tetap update, jadi tahu regulasi yang baru. Semoga akhir tahun ini ada event bulu tangkis yang digelar,” tandasnya. (fre/aif/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#pandemi covid-19 #olahraga #bulutangkis