JawaPos.com - Bocah-bocah berusia 9 sampai 17 tahun, Minggu (13/10), tampak serius memegang air soft gun di lapangan latihan tembak, Wisma Atlet Banyuwangi. Mereka berusaha membidik sasaran-sasaran yang berada sepuluh meter di hadapan mereka.
Anak-anak tersebut adalah atlet-atlet muda Klub Tembak Reaksi Banyuwangi Shooting Club (TRB SC) yang tengah berlatih untuk bisa menguasai kelas tembak reaksi. Kelas tini sendiri adalah cabang lain di bawah olahraga menembak di luar kelas menembak target dan berburu. “Ini sesuai instruksi dari Pengprov. Klub-klub diminta menyiapkan atlet untuk kelas tembak reaksi,” ujar Umar, pengurus TRB SC.
Dia juga menambahkan, kelas ini dalam pertandinganya menggunakan peluru berkaliber 6 milimeter dengan bahan metal atau biasa disebut gotri. Namun karena yang berlatih sebagian masih anak-anak, klub menyediakan peluru berbahan plastik sebagai sarana latihan. “Latihan untuk kelas ini menggunakan jarak pendek, mulai 3 meter, 5 meter, 7 meter sampai 10 meter. yang penting ketepatan dan kecepatan,” imbuhnya.
Dengan menjaring atlet lebih awal, Umar berharap klubnya nanti bisa menyediakan atlet yang sudah siap di kelas ini lebih awal. Karena tak hanya di level kabupaten, atlet di kelas ini juga dibutuhkan oleh Provinsi. “Jatim juga butuh untuk even nasional. jadi kita siapkan saja. Selama berlatih di bawah naungan klub untuk olahraga, kita jamin latihan pasti aman,” ungkapnya.
Ketua Harian Perbakin Situbondo, Winoto menambahkan untuk kelas tembak reaksi yang menggunakan air gun memang saat ini tengah berupaya dikembangkan Pengprov Perbakin Jawa Timur. Apalagi nantinya kelas tersebut akan dimainkan di PON. Karena itu beberapa klub atau pengcab di Jawa Timur berusaha memulai pembibitan atlet untuk kelas ini.
Untuk tembak reaksi sendiri nantinya akan dibagi di kelas usia young (di bawah 14 tahun) dan dewasa di atas 17 tahun. “Beberapa klub sudah memulai. Kalau di Situbondo ada dua klub, TRB SC dan Rengganis Shooting Club. Memang harus segera disiapkan, apalagi rencananya di Porprov Jatim 2021 nanti kelas tersebut akan kita mainkan,” jelas pensiunan Brimob itu.
Dia juga menambahkan untuk proses latihan yang menggunakan air gun ini tetap harus berada di bawah pengawasan klub. Apalagi jika yang berlatih adalah atlet-atlet yang masih muda. “Saat kejuaraan peluru yang digunakan gotri besi, tapi untuk latihan boleh menggunakan peluru plastik. Yang penting senjata hanya digunakan untuk berlatih,” tandasnya.