JawaPos.com – Ajang balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) mulai digelar Rabu besok (25/9). Di stage pertama, para pembalap akan menempuh lintasan sejauh 133,2 km diawali dari RTH Maron, Kecamatan Genteng menuju finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi.
Event balap sepeda level dunia ini bakal diikuti 100 pembalap dari 23 negara. Hadiah yang disediakan panitia cukup menggiurkan. Tak tanggung-tanggung, panitia telah menyiapkan anggaran Rp 800 juta untuk para pemenang.
Start para pembalap di stage satu dimulai dengan mengitari kawasan RTH Maron. Setelah start, mereka akan melalui pertigaan terminal lama, kemudian ke lampu merah Sun East Mall, lurus ke arah kantor Kecamatan Genteng, kemudian berputar melalui pertigaan Ibrahimy dan kembali lagi ke RTH Maron.
”Semua jalur sudah kita cek, semuanya dalam kondisi baik. Para pembalap juga beberapa sudah menjajal,” ujar Chairman ITdBI Guntur Priambodo.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan kompetisi ITdBI, Bupati Abdullah Azwar mengecek seluruh kesiapan. Pengecekan itu dilakukan dengan menggelar apel kesiapsiagaan armada pendukung ITdBI di halaman kantor Pemkab Banyuwangi.
Apel diikuti panitia pelaksana dan seluruh armada pendukung. Mulai dari aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga liaison officer (LO). Ajang balap sepeda kategori 2.2 yang masuk kalender International Union Cycliste Internationale (UCI) akan digelar pada Rabu (25/9) hingga Sabtu (28/9).
Bupati Anas mengatakan, apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan ITdBI. Anas ingin melihat sejauh mana kesiapan sarana dan prasarana pendukung balap sepeda yang tahun ini memasuki tahun ke-8.
Sejak hari Minggu kemarin, pihaknya telah menggelar rapat intensif dengan panitia pelaksana. Dalam rapat itu dibahas kendala-kendala terkait pelaksanaan. Mulai dari infrastruktur, akomodasi pembalap, keamanan, dan kelancaran selama balapan berlangsung. ”Kami ingin memastikan semua semua sudah siap lewat apel hari ini,” kata Anas
Usai apel, Anas langsung mengecek armada kendaraan pendukung yang akan digunakan selama balapan. Mulai mobil tim, mobil official, hingga konvoi (calvacade) mobil hias sponsor. ”Supporting kendaraan, termasuk calvacade sudah harus siap. Hari ini evaluasi terakhir kesiapan panitia ITdBI. Kami sudah minta semua panitia, apa-apa yang kurang harus terselesaikan hari ini,” pinta Anas.
Dia berharap selama berlangsungnya event ITdBI, semua yang terlibat bisa menjaga kekompakan demi kelancaran balap sepeda. ”Jaga silaturahmi dan kekompakan yang telah terjalin. Kekompakan ini menjadi poin penyumbang nilai excellent dalam gelaran ITdBI. Ini harus dijaga dan pertahankan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Wawan Yadmadi mengatakan, ITdBI akan digeber 25–28 September 2019 yang diikuti 20 tim dari 23 negara. Balapan bakal diikuti tim-tim besar yang memiliki prestasi dunia. Sebut saja nama Team UKYO (Jepang), KINAN Cycling Team (Jepang), Taiyuan Miogee Cycling Team (Tiongkok), St George Continental Cycling Team (Australia), dan Team Sapura Cycling (Malaysia). Mereka mencatat prestasi apik dalam rangkaian 2019 UCI Asia Tour.
ITdBI akan dilaksanakan dalam empat etape dengan total lintasan sepanjang 520,6 km. Pihaknya memastikan semua jalur yang dilewati aman. Terkait rute yang dilewati pembalap masih proses perbaikan, Wawan mengaku sudah menyiapkan opsi. ”Ada tiga alternatif supaya perjalanan tetap lancar. Pertama jalan akan ditutup, kedua kita gunakan police line, ketiga nanti marshall yang akan mendampingi,” tandasnya.