Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikut Banyuwangi Ijen Run, Pelari Ini Bawa Nomor Teman yang Meninggal

Ali Sodiqin • Selasa, 23 Juli 2019 | 23:25 WIB
ikut-banyuwangi-ijen-run-pelari-ini-bawa-nomor-teman-yang-meninggal
ikut-banyuwangi-ijen-run-pelari-ini-bawa-nomor-teman-yang-meninggal

Jawa Pos Radar Banyuwangi - Ada kisah unik yang tersisa dari gelaran Banyuwangi Ijen Green Run (BIGR) 2019 yang digelar di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Minggu (21/7) kemarin. Ada salah seorang pelari yang tampak membawa dua nomor dada sekaligus, yaitu 8102 dan 8104, ketika mengikuti lomba di kategori 9 kilometer.

Pria itu adalah Twanto Nyoto Atmojo. Dia sengaja membawa dua nomor itu sejak awal lomba sampai berhasil menyelesaikan kategori 9 KM BIGR di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi. ”Ini nomor dada teman saya, mendiang Subianto Limbono. Kami sama-sama sudah mendaftar Ijen Green Run, namun takdir berkata lain. Subianto dipanggil satu bulan yang lalu oleh Yang Mahakuasa,” ungkap Nyoto usai menyelesaikan lomba.

Nyoto sengaja membawa nomor dada teman karibnya tersebut sebagai penghormatan terakhir dirinya kepada sahabat sejak kecilnya tersebut. Ia dengan Subianto telah berteman sejak duduk di bangku SMP. ”Kami terus berkawan. Beberapa tahun terakhir, bahkan kami memiliki hobi yang sama, yakni lari. Akhirnya, kami tergabung dalam komunitas lari Viva Run, dan menjajal banyak event,” kisahnya.

Sejak pertama kali dibuka pendaftaran Banyuwangi Ijen Green Run pada dua bulan silam, kedua sahabat karib tersebut langsung mendaftar. Ia sendiri mendapat nomor 8102. Sedangkan Subianto mendapatkan nomor 8104.     Keduanya bersama anggota komunitas lari Viva Run Surabaya telah mempersiapkan diri untuk ikut event yang memasuki tahun keempat ini. Satu bulan sebelum penyelenggaraan, keduanya sempat melakukan perjalanan bisnis ke Melbourne, Australia. ”Saat akan pulang dari Melbourne itulah, ia (Subianto, Red) mengalami serangan jantung dan wafat di sana,” kenang Nyoto sembari memegang erat nomor dada kawannya tersebut.

Meski sahabatnya sudah tiada, Nyoto bersama komunitas larinya tetap datang dan mengikuti kompetisi lari yang dihelat Pemkab Banyuwangi ini. Bagi dia, ini adalah satu cara untuk mengenang persahabatan mereka yang telah terjalin puluhan tahun. Event lari tersebut baginya juga menjadi penanda persahabatan abadinya dengan Subianto. Meski hanya dengan nomor dadanya, namun bagi Nyoto, Subianto seolah tetap berlari di sampingnya.

Editor : Ali Sodiqin
#sport #banyuwangi