Sejumlah destinasi wisata yang berada di Kecamatan Songgon mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir bandang, Jumat (22/6) lalu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, pasca-banjir bandang pihaknya langsung melakukan koordinasi kepada sejumlah kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Hasilnya, sejumlah destinasi wisata yang berada di Kecamatan Songgon banyak yang ludes atau rusak parah. ”Karena titik puncak awal berada di Songgon maka yang terdampak adalah wisata yang berada di Songgon,” ungkapnya.
Destinasi wisata yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang, ungkap Bram, di antaranya adalah Wisata Rumah Pohon Pinus, Karo Adventure, Air Terjun Lider, Air terjun Timur Curah (Timcor), Telunjuk Raung, dan Selendang Arum.
Destinasi wisata yang rusak, terang Bram terdapat pada fasilitas air terjun. Seperti pada Air Terjun Temcor yang sebelumnya dibendung menggunakan batu karena terkena banjir maka batu penahan hanyut. ”Banyak batu yang hanyut jadi harus ditata ulang,” katanya.
Kerusakan terparah ada pada wisata rafting Karo. Pasalnya, bangunan rest area gazebo yang berada persis di bibir sungai hanyut dibawa derasnya banjir. ”Karena memang rata-rata sungai sebagai urat nadi wisata. Maka untuk sementara kami rekomendasi agar wisata rafting untuk tidak dibuka atau dilakukan terlebih dahulu hingga cuaca kembali normal,” jelas Bram.
Nominal kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang pada sejumlah destinasi wisata tersebut ditaksir mencapai Rp 50 juta. Pihaknya bersama-sama kelompok Pokdarwis akan kembali membangun kebersamaan dan menata ulang kawasan wisata tersebut. ”Pada banjir yang pertama sebetulnya sangat bagus untuk rafting karena batu besar sudah minggir. Tapi banjir kedua ini kami belum cek ulang,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberarum Ali Nurfatoni mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang berada di desanya hancur. Kerusakan terparah pada Air Terjun Selendang Arum. Hamparan batu yang menjadi landasan air terjun jebol. Praktis, tak ada lagi air terjun karena permukaan aliran nyaris air rata dengan sungai.
Sementara untuk Air Terjun Temcor masih bisa diperbaiki dan ditata ulang, begitu juga dengan fasilitas yang hanyut pada Air Terjun Telunjuk Raung. ”Mohon doanya semoga pokdarwis dan masyarakat bisa kompak untuk menata kembali kawasan wisata di desa kami,” tandas mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi ini.
Editor : Rahman Bayu Saksono