RadarBanyuwangi.id – Balapan International Tour de Banyuwangi Ijen sepertinya akan kembali digelar pada tahun depan.
Apresiasi yang diberikan pembalap dan perwakilan dari UCI menunjukkan harapan agar ITdBI kembali digelar tahun depan.
Pembalap Ferei Quick Panda Mongolia Team, Laas Martin mengatakan, secara keseluruhan event berlangsung sangat baik.
Meski tidak sama dengan pro tour, tapi para pembalap yang turun di ITdBI memiliki tantangan yang cukup menarik.
Mereka juga harus menerapkan strategi khusus jika ingin bisa menguasai balapan.
”Tahun depan saya akan ikut lagi kalau event ini digelar, balapan di sini sangat menyenangkan,” kata Martin.
Pujian serupa disampaikan pembalap dari Terengganu Cycling Team, Nur Amirull Fakhrudin.
Dari beberapa edisi ITdBI, balapan tahun 2024 menurutnya menjadi yang paling menarik dengan penyelenggaraan paling baik.
”Saya akan kembali kalau ada lagi. Event ini sangat bagus. Tanjakan Ijen itu luar biasa. Dirindukan banyak pembalap,” ujar pembalap asal Malaysia itu.
Penyelenggaraan Tour de Ijen tahun depan mendapat tanggapan positif dari Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap event tersebut kembali bisa digelar.
Yang jelas, pihaknya akan terus belajar untuk bisa menyelenggarakan event balap sepeda internasional itu lebih baik.
Pemkab akan berkoordinasi dengan PB ISSI agar pelaksanaan event berjalan lebih baik setiap tahunnya.
Bahkan, sesuai dengan pembicaraan dengan Race Director ITdBI Jamaludin Mahmood dan perwakilan UCI, event selanjutnya bisa digelar lebih panjang. Setidaknya event bisa digelar sepanjang lima etape.
”Tadi kita sudah mendapat tantangan untuk menggelar event lebih besar. Kajiannya bisa lima etape, dan bisa menambah peserta dari negara lain,” kata Ipuk.
Race Director ITdBI Jamaludin Mahmood sudah melakukan evaluasi dari seluruh pelaksanaan ITdBI.
Banyuwangi bisa menggelar 90 persen kegiatan dengan sangat baik. Peran serta seluruh komponen menjadi salah satu kunci keberhasilan balapan yang diikuti 20 tim itu.
Mulai dari panitia yang banyak diisi anak muda, keterlibatan personel TNI dan Polri, dan yang paling penting adalah animo masyarakat yang luar biasa.
Kultur bersepeda ini membuat tour yang digelar di Banyuwangi sangat ditunggu para pembalap.
”Anak-anak sekolah yang dilibatkan juga menjadi nilai lebih. Mereka ini yang ke depan akan menjadi future riders. Mereka sangat antusias dengan balapan,” kata Jamal.
Dia sangat sepakat jika ITdBI kembali digelar tahun depan karena sangat ditunggu oleh para pembalap.
”Saat BRCC juara, Pontianak juga juara. Ada sebuah keberhasilan dari federasi sepeda setempat untuk melakukan pengembangan olahraga balap sepeda,” pungkas Jamal. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin