Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembalap Pro Tour Juarai ITdBI 2024, Setara dengan Kecepatan Pembalap Tour de France 45 Km/Jam

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 26 Juli 2024 | 21:21 WIB
SELEBRASI: Mehrawi Kudus, pembalap asal Eritrea dari Terengganu Cycling Team Malaysia menjadi yang tercepat di etape 4 ITdBI dengan jarak tempuh 167 km.
SELEBRASI: Mehrawi Kudus, pembalap asal Eritrea dari Terengganu Cycling Team Malaysia menjadi yang tercepat di etape 4 ITdBI dengan jarak tempuh 167 km.

RadarBanyuwangi.id - Horse class etape keempat ITdBI 2024 menjadi pembuktian kualitas para pembalap.

Di etape terakhir itu, pembalap-pembalap dengan level pro tour benar-benar menguasai jalannya balapan.

Pembalap level dunia dari Terengganu Cycling Team, Merhawi Kudus, keluar sebagai juara umum ITdBI 2024. Dia kerap turun di grand tour yang merupakan ajang balap sepeda paling bergengsi dan bersejarah di dunia.

Terdapat tiga kompetisi balap sepeda yang merupakan grand tour, yakni Tour de France (Perancis), Giro d’Italia (Italia), dan Vuelta a Españam (Spanyol).

Merhawi Kudus yang kini bergabung dengan tim Terengganu Malaysia pernah tampil di Giro d’Italia 2022 La Vuelta a Espana 2020 dan 2022.

Pembalap berkebangsaan Eritrea tersebut berhasil menjadi juara umum ITdBI usai menaklukkan etape 4 atau etape terakhir dengan start di Boom Marina dan finis di Paltuding Gunung Ijen.

Hasil ini membuat Kudus berhak atas Ijen Sulfur Jersey (yellow jersey) atau pemimpin balapan. Tidak hanya itu Kudus juga meraih Rebound Jersey (polkadot jersey) atau raja tanjakan.

”Tim saya (Terengganu) sejak awal sudah mengetahui etape terakhir adalah yang terbaik. Juga memiliki poin paling tinggi. Karena itu kita maksimalkan di sini saya dan Eyob,” kata Kudus.

Untuk G-Land Jersey (green jersey) atau best sprinter diraih oleh Laas Martin dari Fereiquick Panda Podium Mongolia Team.

Laas Martin juga merupakan pembalap yang tampil di grand tour, La Vuelta Ciclista a España 2021.

Sementara Gandrung Jersey (red and white jersey) atau pembalap Indonesia terbaik diraih oleh Muh. Imam Arifin dari Tim Nusantara.

”Saya senang masih bisa pertahankan yang terbaik untuk pembalap nasional meskipun kehilangan jersey lainnya karena jaraknya yang tipis,” kata Imam.

Photo
Photo

Jalannya balapan di etape 4 berlangsung sengit. Tipisnya poin dan catatan waktu membuat para pembalap berusaha untuk memimpin.

Saat masuk KOM kedua di Kalibendo, dua pembalap Terengganu Kudus dan Eyob terus memepet pembalap dari Roojai yang sempat menjadi leader.

Baca Juga: Apa Itu Golden Visa yang Diberikan Presiden Jokowi pada Shin Tae-yong?

Namun, Kudus berhasil bertahan dan mengatasi beberapa tanjakan.

Akhirnya, Kudus berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 34 menit 56 detik.

Di peringkat kedua ada rekan setimnya yang juga dari Terengganu, Mikel Eyob dengan waktu 4 jam 36 menit 9 detik. Sementara Benjamin Prades dari VC Fukuoka (Jepang) berada di posisi ketiga dengan 4 jam 37 menit 9 detik.

Kudus mengatakan, dia memiliki ekspektasi tinggi terhadap tanjakan Gunung Ijen dan telah mempelajari kondisi serta kesulitan jalur tanjakan yang masuk kategori hors categorie tersebut.

”Saya punya ekspektasi tinggi dengan track Ijen. Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi. Saya juga belajar banyak dari para cyclist yang lebih dulu pernah merasakan Ijen untuk mengetahui kesulitannya. Jika diukur skala 1 sampai 10, Ijen memiliki nilai 9,” tutur Kudus.

Dikatakan Kudus, hasil ini sesuai dengan strategi timnya. Timnya berusaha untuk selalu berada di peloton hingga di King of Mountain (KOM) terakhir, yakni di KM 162 Gunung Rante, Ijen. Pada 6 kilometer akhir menuju finis, dia melakukan break away dan berhasil menyusul Adne Van Engelen asal Rojai Insurance Thailand yang sebelumnya memimpin dan akhirnya menjadi yang tercepat.

”Ketinggian 2.000 mdpl merupakan posisi ternyaman saya untuk menyusul. Saya melihat Adne akselerasi di awal, tapi menuju 6 kilometer menjelang finis saya coba menyusul dan berhasil,” kata Kudus.

Kudus mengakui 4 etape di Ijen adalah race yang berat. Namun, dukungan dari masyarakat Banyuwangi membuatnya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik.

”Spektakuler. Bahkan sedari etape awal saya dapat dukungan yang luar biasa,” terangnya.

Baca Juga: Kawah Ijen Masih Ditutup Total, Ada Semburan Gas Beracun di Dalam Kawah

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, rata-rata kecepatan pembalap di ITdBI tahun ini memiliki kesamaan dengan Tour de France.

Yaitu dengan kecepatan 45 kilometer per jam. Kondisi ini tak lepas dari banyaknya pembalap pro tour yang turun di ITdBI tahun ini.

”Makanya tidak berlebihan saat saya menyebut balapan ini brutal. Semua pembalap berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya di sini. Itu yang mempengaruhi jalannya balapan,” kata Guntur.

Dia menambahkan, dari commissaire tidak memiliki catatan khusus terkait penyelenggaraan ITdBI.

Semua catatan masih berlevel hijau yang artinya masih sangat baik.

”Persaingan di balapan ini cukup ketat. Hasilnya setiap etape muncul juara baru yang tidak bisa diprediksi sebelumnya,” pungkas Guntur. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#International Tour de Banyuwangi Ijen #2024 #itdbi #tour de ijen #pembalap asing #banyuwangi #Etape 4 #tour de france