Radarbanyuwangi.id - Kesuksesan penyelenggaraan event International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tak lepas dari andil segenap jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi. Termasuk para tenaga kesehatan (nakes).
Sejak hari pertama ajang balap sepeda kebanggaan masyarakat kabupaten the Sunrise of Java tersebut digelar, ratusan nakes dikerahkan untuk memastikan kesehatan serta memberikan pertolongan medis kepada para pembalap maupun kru yang mengalami insiden. Tidak hanya itu, puluhan rumah sakit (RS) pun disiagakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Amir Hidayat mengatakan, selama event ITdBI berlangsung, tim pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) disiagakan untuk memberikan layanan. Dia menuturkan, tim kesehatan pada kegiatan bertaraf internasional tersebut meliputi 4 tim mini hospital dari 13 rumah sakit (RS).
Bukan itu saja. Sebanyak 12 ambulans race dan tim PPGD dari 6 RS dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga dikerahkan. Bukan itu saja, 118 Public Safety Center (PSC) berupa unit kerja sebagai wadah koordinasi untuk memberikan pelayanan gawat darurat secara cepat, tepat, dan cermat bagi masyarakat turut dilibatkan.
”Kami juga menyediakan tim untuk standby di hotel dari 24 puskesmas serta tim PPGD yang tentunya juga standby pada rute lokasi dari 45 puskesmas se-Banyuwangi,” ujar Amir.
Dia menyebut, PPGD penting dilaksanakan selama kegiatan berlangsung demi memastikan keselamatan peserta dan penonton di sepanjang rute ITdBI.
Amir juga telah menginstruksikan kepada seluruh petugas kesehatan untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi kecelakaan dan memastikan agar acara berjalan secara kondusif melalui persiapan tim medis dan lain sebagainya.
”Sebelumnya kami telah melaksanakan rapat koordinasi. Layanan medis dalam event kali ini harus bersiaga di titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang rute balapan,” tuturnya.
Amir menambahkan, khusus pada etape terakhir hari ini (25/7) petugas kesehatan standby mulai titik start di Pantai Marina Boom hingga finis di Pos Paltuding, Ijen. Terdapat 21 petugas yang bertugas dari perwakilan seluruh puskesmas di Banyuwangi dan menyediakan mini hospital di garis finis.
”Mini hospital sudah disediakan di garis finis di Paltuding Ijen yang diisi petugas dari RS Blambangan, RS PKU Muhammadiyah, RSUD Genteng, dan RSNU Banyuwangi,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries