Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Etape Terakhir ITdBI 2024: Tempuh Rute 167,5 Km, Tanjakan Erek-Erek Siap Jadi Jalur ‘Neraka’

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 25 Juli 2024 | 04:31 WIB

KEMENANGAN PERTAMA: Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team finis terdepan di etape tiga ITdBI, Rabu (24/7). Dia mencatatkan waktu 3 jam 48 menit dan 54 detik.
KEMENANGAN PERTAMA: Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team finis terdepan di etape tiga ITdBI, Rabu (24/7). Dia mencatatkan waktu 3 jam 48 menit dan 54 detik.
Radarbanyuwangi.id - Berbagai kejutan yang terjadi selama pelaksanaan ITdBI 2024 belum berakhir. Di etape pemungkas Kamis (25/7), para pembalap akan merasakan tantangan terberat, yaitu tanjakan ”neraka” di Erek-Erek, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Etape empat mengambil start di Pantai Marina Boom dan berakhir di Paltuding lereng Gunung Ijen. Selama beberapa edisi ITdBI sebelumnya, peta kekuatan pembalap kerap bertahan sejak awal etape. Namun, pada edisi kesembilan ini, peta kekuatan pembalap terus bergeser.

Tidak ada dominasi yang terus-menerus terjadi selama balapan. Di etape keempat, pembalap harus merasakan ujian terakhir dengan menempuh rute sepanjang 167,5 kilometer. Ada tiga tanjakan dan tiga titik sprint pada etape keempat.

Pembalap yang memulai start dari Pantai Marina Boom kemudian melewati Pendapa Sabha Swagata Blambangan, lalu bergerak menuju titik KOM di kilometer ke-13 Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro.

Selanjutnya, ada tiga titik sprint di dekat lapangan Maron, Genteng, Jajag, dan Pakis. Setelah itu dua tanjakan dengan elevasi 561 meter dan 1.869 meter sudah menunggu pembalap. Tanjakan pertama ada di Kalibendo, kemudian disusul yang terberat di Paltuding.

Saking beratnya tantangan, pembalap dari tim Ferei Quick Panda Podium Mongolia Team, Laas Martin tidak berani sesumbar. Laas sebelumnya menguasai etape kedua dan menjadi best sprinter di etape ketiga. Dia dikenal sebagai pembalap pro tour yang memiliki jam terbang yang cukup tinggi.

”Balapan tour mungkin lebih tinggi (levelnya), tapi di sini tekanannya luar biasa. Biarkan Ijen Sulfur Jersey diambil pembalap lain. Bukan fokus saya untuk berebut climber,” tegas Laas usai balapan kemarin.

Etape keempat memang menjadi etape terberat. Di sisi lain etape ini juga memiliki view tercantik dari seluruh rute balapan. Masyarakat yang ingin menyaksikan aksi pembalap bisa menonton di sepanjang jalur yang dilewati, mulai dari Gantasan sampai ke Paltuding.

Di jalur neraka itu, pembalap tak lagi melihat peloton yang saling berebut. Sebaliknya, bagaimana para pembalap menunjukkan kemampuan individual sebagai seorang climber.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap finis di Ijen bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sebab, salah satu digelarnya ITdBI adalah mengembalikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

”Sebelum pandemi Covid-19 ada 5 juta wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Kita ingin mengembalikan posisi itu sehingga bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat,” tegasnya.

Jalannya etape keempat diprediksi sangat ketat. Chairman ITdBI Guntur Priambodo melihat tim-tim yang memiliki climber akan menunjukkan kemampuannya di etape terakhir. Termasuk tim asuhan Peter Pouly yang sejak awal menyimpan energi untuk menaklukkan tanjakan Ijen.

Guntur yang juga ketua BRCC menambahkan, sebagai tim dengan spesialisasi climber, etape terakhir akan menjadi tempat bertarung para pembalap BRCC. Dia berharap pembalap BRCC bisa banyak berbicara di etape keempat hari ini. ”Sesuai target, kami masih mengejar hasil akhir sebagai best five. Climber kami akan menunjukkan kemampuannya di etape ini,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#erek-erek #International Tour de Banyuwangi Ijen #2024 #etape 1 tour de siak #Pantai marina boom #itdbi #Paltuding #sprint