Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Balapan ITdBI 2024 Hari Kedua Diwarnai Crash, Pembalap Estonia Curi Finis Etape Kedua

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 24 Juli 2024 | 04:45 WIB

PERSAINGAN KETAT: Rombongan pembalap terjatuh bersamaan menjelang garis finis di Jalan A. Yani Banyuwangi.
PERSAINGAN KETAT: Rombongan pembalap terjatuh bersamaan menjelang garis finis di Jalan A. Yani Banyuwangi.
Radarbanyuwangi.id - Persaingan ketat kembali tersaji pada etape kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang berlangsung (23/7). Sejumlah tabrakan atau crash mewarnai jalannya balapan menjelang garis finis.

Balapan etape kedua dimulai dari Pantai Pancur yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) Kecamatan Tegaldlimo tepat pukul 10.00.

Suasana hutan yang asri membuat pembalap menikmati suasana pada awal race. Begitu keluar dari wilayah hutan, sejumlah pembalap langsung menggenjot pedalnya.

Ketatnya balapan terlihat dari insiden kecelakaan di Kedungasri, Tegaldlimo. Dua pembalap, yaitu Ryan Chilt dari CCACHE X Par Küp Australia dan Sanjin Choi dari tim LX Cycling Team Korea Selatan terjatuh dan tidak bisa melanjutkan race.

Crash juga terjadi jelang finis. Rombongan pembalap terjatuh bersamaan. Salah seorang pembalap BRCC, Erlangga Adam Aldama, harus mendapatkan perawatan akibat insiden tersebut. Para pembalap langsung diangkut mobil ambulans.

Tak hanya para pembalap. Crash sempat dialami tim marshal yang membawa videografer dan media. Driver dari tim marshal pun harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami kondisi yang perlu penanganan khusus.

FINIS TERDEPAN: Pembalap Laas Martin dari Ferei Quick Panda Podium Mongolia berhasil menjadi yang terdepan dalam etape kedua ITdBI, Selasa (23/7).
FINIS TERDEPAN: Pembalap Laas Martin dari Ferei Quick Panda Podium Mongolia berhasil menjadi yang terdepan dalam etape kedua ITdBI, Selasa (23/7).

Jalannya balapan sempat dipimpin Bentley Noquietolden, pembalap asal Australia yang tergabung dalam tim CCACHE x Par Küp. Dia melakukan solo ridding sejak kilometer 30.

Bentley melepaskan diri dari peloton besar dan terus memimpin dan menguasai King of Mountain (KOM) etape kedua yang berada di kawasan Kecamatan Songgon, tepatnya di kilometer 65,6.

Jaraknya terpaut cukup jauh dari pembalap posisi kedua, Aklilu Ghebrehiwet dari 7Eleven Pro Cycling Filipina. Jarak Bentley dengan peloton terus melebar hingga 3 menit, bahkan dia berhasil meraih posisi terdepan di intermediate sprint pertama yang berada di Blimbingsari pada kilometer ke 45,7.

Sedangkan beberapa pembalap yang menguasai etape pertama seperti Ryan Cavanagh (Kinan Cycling Team), Booris Clark (St. George Continental Team), dan Muh. Imam Arifin (Nusantara) masih berada di peloton bersama puluhan pembalap lainnya.

Kejutan terjadi menjelang 5 kilometer dari garis finis. Peloton besar yang dipimpin pembalap dari tim Kinan dan Ferei Quick Panda Podium Mongolia melakukan pengejaran pada leader balapan. Bentley yang awalnya berada jauh di depan mendadak disalip peloton besar.

Bentley berusaha mengimbangi peloton menjelang finis dengan beradu sprint untuk menentukan juara etape 2. Sayangnya, peloton berhasil mengambil posisi. Pembalap Laas Martin dari Ferei Quick Panda Podium Mongolia berhasil menjadi yang terdepan.

Laas mengaku sangat senang dengan kemenangannya di etape dua. Dia mengucapkan terima kasih kepada tim Kinan yang telah membantunya mengejar peloton terdepan dan mengantarkan menuju kemenangan di kilometer terakhir.

”Tentunya saya sangat senang dan berterima kasih dengan usaha tim Kinan yang berusaha mendekatkan peloton dengan pembalasan terdepan,” kata Lass Martin.

Hasil ini bukan sebuah kebetulan. Dari awal timnya sengaja menyimpan energi untuk melakukan counter attack di sisa 5 kilometer balapan. ”Saya hanya ingin menang, ini semua juga strategi dengan kerja keras tim Mongolia untuk mendekati leader di akhir race,” imbuhnya.

Pembalap yang baru pertama turun di ITdBI ini menyesal dengan jatuhnya para pembalap di tengah race. Dia berharap tidak ada luka serius yang dialami para pembalap.

TERJATUH: Dua pembalap, Ryan Chilt dari CCACHE X Par Küp Australia dan Sanjin Choi dari tim LX Cycling Team Korea Selatan terjatuh di Kedungasri, Tegaldlimo.
TERJATUH: Dua pembalap, Ryan Chilt dari CCACHE X Par Küp Australia dan Sanjin Choi dari tim LX Cycling Team Korea Selatan terjatuh di Kedungasri, Tegaldlimo.

Di sisi lain Laas juga mengapresiasi jalannya Tour de Banyuwangi Ijen. Antusiasme penyelenggara dan penonton sangat luar biasa. Di sepanjang jalan, penonton tak putus memberikan semangat para pembalap. ”Besok harus menang. Kami sudah berlatih sebelumnya untuk menguasai race dengan jalur panjang,” tegasnya.

Pembalap tim CCACHE x Par Küp Australia, Bentley Noquietolden yang sempat menguasai jalannya race mengaku kelelahan jelang akhir balapan. Apalagi, tekanan di depan jauh lebih berat karena harus berjuang sendiri di depan.

Bentley sempat melakukan break away cukup jauh dengan peloton sampai ke titik KOM di Songgon. ”Saya juga menghitung keamanan karena kelelahan. Yang terpenting juga keamanan (pembalap) untuk bisa melanjutkan balapan. Apalagi besok (hari ini) cukup berat,” tegasnya.

Sementara itu, hingga etape kedua, Ryan Cavanagh dari Kinan Cycling Team Jepang masih kukuh di puncak klasemen sementara ITdBI 2024 dengan total catatan waktu 6 jam 5 menit 57 detik. Ryan mempertahankan Ijen Suflur Jersey sebagai pemimpin klasemen.

Di posisi kedua ada Boris Clark dari St George Continental Cycling Team Australia dengan waktu 6 jam 6 menit 5 detik dan Muhamad Imam Arifin (Nusantara Cycling) di posisi ketiga dengan waktu 6 jam 6 menit 10 detik, terpaut 13 detik dari Ryan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, balapan tahun ini menjadi yang paling brutal selama pelaksanaan Tour de Ijen. Crash antarpembalap menjadi salah satu pembuktian bagaimana ketatnya persaingan dalam balapan.

Guntur mengatakan, salah satu faktornya adalah turunnya beberapa pembalap di level pro tour. Pembalap yang biasa main di Tour de Espana, Tour de France sekarang ikut balapan di Tour de Banyuwangi Ijen.

Dampaknya, pembalap yang memiliki power lebih lemah berusaha sekuat tenaga mengejar pembalap-pembalap kuat. Tampak pada peloton yang kemudian crash karena kesulitan mengimbangi kekuatan pembalap pro tour.

”Ini balapan paling brutal, semua tim datang dengan performance maksimal karena tidak ada kompetisi lain yang digelar di waktu dekat ini,” kata Guntur.

Dia melihat, persaingan masih akan terus terjadi di sisa etape tiga dan empat. Sedangkan untuk BRCC, masih memiliki empat pembalap setelah satu pembalap jatuh di 40 meter jelang finis. Guntur masih menargetkan BRCC bisa masuk big five general team pada etape terakhir.

”Testimoni dari Aiman Cahyadi tadi menyebutkan balapan ini tidak ada yang santai. Banyak materi persaingan yang belum pernah dirasakan pembalap Indonesia sebelumnya,” tegasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#2024 #Pantai Pancur #Crash #estonia #taman nasional #CCache X Park Kup #itdbi #asutralia #Race #finish #Korea Selatan #alas purwo #banyuwangi #etape kedua