RadarBanyuwangi.id - Start pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun 2024 dimulai pagi ini (22/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Diawali dari SMKN 2 Tegalsari, para pembalap akan melalui jalur sepanjang 136,2 kilometer sampai finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi.
Balapan akan dimulai sekitar pukul 10.00 mengambil titik start di depan SMKN 2 Tegalsari.
Pembalap kemudian harus melalui jalur lewat Tegalsari, simpang 3 Setail, simpang tiga Suneast Mall, Genteng kemudian melewati depan RS Al Huda sampai simpang empat Jajag lalu berbelok ke kiri ke arah simpang lima Jajag, Bangorejo kemudian melintasi jalur Sambimulyo, Kedungrongin, Karetan, Simpang tiga Dam Limo.
Pembalap kemudian melanjutkan rute melewati simpang empat Dam Buntung, lalu ke simpang tiga Kedunggebang, simpang empat Dam Telu, Sumberberas, Simpang empat Tembokrejo, Muncar.
Setelah itu pembalap kembali masuk ke jalur besar ke arah Pasar Srono, Mangir, Simpang empat Gladag, Simpang tiga Gambor, Pekulo, Simpang tiga Genteng Wetan lalu mengarag ke wilayah Kecamatan Sempu melalui Karangsari, Temuguruh, Gendoh, kemudian tembus ke simpang tiga Alas Malang kemudian berbelok ke kiri arah Lemahbang.
Lanjut ke simpang tiga Lincing, tembus pasar Rogojampi, Kabat, Patung Kuda lalu mengambil jalur Jalan Kepiting, MT Haryono sampai Taman Blambangan.
Melewati Simpang tiga PLN, kemudian ke Jalan Banterang, lalu jalan Jogopati melewati depan Pendapa Sabha Swagata. Pembalap kemudian melaju lurus ke Selatan ke arah Jalan PB Sudirman, Jalan A Yani sampai finish di kantor Bupati.
Masyarakat yang ingin menyaksikan aksi para pembalap memiliki cukup banyak opsi titik untuk menyaksikan balapan.
Selain dari titik start, penonton bisa mengambil lokasi di Balai Desa Dasri. Kemudian di sepanjang jalan sejak dari simpang kantor pos Genteng sampai Sun East Mall dan RS Al Huda.
Untuk wilayah Gambiran, penonton bisa mengambil titik di sekitar Hotel Baru Jajag, Simpang Lima Jajag sampai di simpang Kedungringin.
Spot-spot sekitar hutan di Simpang Karetan, Alas Jati Karetan sampai Kantor Desa Glagah Agung juga bisa menjadi opsi bagi mereka yang ingin suasana lebih tenang.
Sedangkan untuk wilayah Tegaldlimo, penonton bisa mencari tempat di sekitar Tugu Selancar sampai Koramil Tegaldlimo.
Di wilayah Muncar, titik dengan pandangan yang cukup luas bisa diambil di sekitar wilayah Simpang Dam Telu sampai Puskesmas Sumber Beras. Lalu masuk area Srono, depan Kantor Kecamatan Srono juga cukup luas untuk menyaksikan aksi pembalap.
Penonton yang sebelumnya menyaksikan di sekitar Sun Eas Mall bisa berpindah ke sekitar RSUD Genteng. Karena pembalap akan kembali melewati rute tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Temuguruh.
Sepanjang jalan di Pasar Temuguruh dan Pasar Rogojampi juga menjadi area yang cukup terbuka untuk menyaksikan balapan.
Sedangkan di wilayah kota ada cukup banyak spot potensial. Mulai dari Taman Blambangan, Taman Sritanjung, Pendapa, Patung kuda sampi area dekat titik finish di kantor Pemkab Banyuwangi.
"Empat etape di ITdBI ini disesuaikan mulai level easy sampai difficult. Jadi pembalap bisa merasakan etape mulai tantangan paling mudah sampai berat,"kata Chairman ITdBI, Guntur Priambodo.
Pada etape pertama, pembalap akan melintasi sepuluh kecamatan mulai dari Tegalsari, Purwoharjo, Tegaldlimo, Muncar, Srono, Sempu, Singojuruh, Genteng, Kabat sampai Banyuwangi.
Ada tiga titik sprint yaitu di wilayah Kalipahit, Srono dan Karangsari. Sesuai jadwal, pembalap rata-rata harus menempuh waktu 90 menit untuk menuntas kan balapan sepanjang 136,2 kilometer itu.
"Suhu saat ini cukup bagus, jadi semua pembalap bisa bertarung dengan maksimal. Di etape pertama masih banyak titik sprint dan jalur cenderung flat,"imbuh Guntur. (fre)
Editor : Ali Sodiqin