Peserta Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022 mengambil start dari Pendapa Sabha Swagata Blambangan, lalu melewati Rogojampi, Genteng, dan Gambiran. Peserta selanjutnya menuju De Djawatan Forest yang akan menjadi lokasi pit stop. Jaraknya sekitar 52 kilometer dari titik start.
Setelah beristirahat di De Djawatan, peserta balik ke arah utara menuju kantor Bupati Banyuwangi. Jaraknya 27 kilometer dari De Djawatan. Kantor Bupati menjadi area untuk regrouping sekaligus water station di Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2022.
Dari kantor bupati, peserta harus bersiap menghadapi segmen tanjakan. Peserta melaju menuju titik start KOM di Patung Barong. Selanjutnya menanjak melalui perkebunan Kalibendo menuju garis finis di Gantasan.
Dalam balapan tersebut, eks pembalap BRCC, Woro Fitriyanto, melambungkan namanya sebagai yang terbaik untuk kategori Men Elite. Pembalap asal Batang, Jawa Tengah itu mengungguli dua pesaing terdekatnya, yakni Angga Hesta dan Januar Alki Zulkarnain.
Kelompok Men Elite menghadirkan persaingan ketat antara peserta yang berhasil melepaskan diri sejak Kalibendo.Woro, Angga, dan Januar termasuk dalam kelompok breakaway tersebut. Mereka melaju konstan dan berhasil menjaga jarak dari rombongan besar. "Setelah gap satu menit, saya lebih semangat lagi untuk memperlebar jarak dan berhasil mempertahankan posisi di depan," kata Woro.
Di nomor Women Elite, pembalap 24 tahun kelahiran Surabaya Magh Firotika Marenda berhasil merebut podium utama. Dia mengungguli pemenang Bromo KOM Challenge 2022, Chika Zerra dan pemenang Kediri Dholo KOM Challenge 2022 Gita Widya Yunika.
"Race-nya sangat seru. Baru kali ini saya balapan ke Ijen. Lawan-lawan yang saya hadapi juga berat. Saya memang bersama dengan Chika dan Gita sejak start KOM. Dua kilometer terakhir, saya berhasil meninggalkan mereka, Semoga ke depan event ini makin seru, makin banyak peserta yang gowes ke Ijen," kata Magh Firotika.
Bupati Ipuk Fiestiandani berharap peserta balapan bisa menikmati alam Banyuwangi. Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022 sangat semarak. Pesertanya dari berbagai komunitas yang tersebar di 73 kota/kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia. "Semoga peserta bisa menikmati kota Banyuwangi. Mudah-mudahan ini bukan kehadiran yang pertama. Selanjutnya bisa datang kembali ke Banyuwangi untuk bersepeda," kata Bupati Ipuk.
Ketua ISSI Banyuwangi Guntur Priambodo menambahkan, BFIC menjadi momentum Banyuwangi untuk mengambil direct impact dari event sepeda. Sebelumnya, Banyuwangi terkenal dengan event sepeda Tour de Ijen yang memang di-branding untuk membuat daya tarik bagi Banyuwangi. "Setelah semua infrastruktur ditambah, kita berharap semakin banyak pembalap yang mengunjungi Banyuwangi. ISSI sedang menyiapkan event gravel. Semoga bisa segera terealisasi," tegasnya. (fre/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud