Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berawal dari Gigi Patah saat Balapan, Putri Ayu Andini Sabet Dua Medali Porprov

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 17 Juli 2022 | 21:32 WIB
Putri Ayu Andini, atlet downhill dan BMX andalan Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Putri Ayu Andini, atlet downhill dan BMX andalan Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Atlet-atlet andal kembali muncul dari Banyuwangi. Salah satunya Putri Ayu Andini, 15, atlet balap sepeda yang ikut memperkuat kontingen Porprov Banyuwangi di ajang Poprov Jatim bulan lalu.

Gadis asal Muncar itu mampu mempersembahkan dua medali di ajang olahraga bersepeda yang baru diikutinya tersebut. Andin mengawinkan dua medali perunggu dari cabang downhill dan BMX. Prestasi itu sekaligus menahan posisi Banyuwangi di peringkat sepuluh besar perolehan medali se-Jatim.

Karir Andin menekuni balap sepeda dimulai sejak tahun 2016 saat dia masih duduk di bangku kelas 5 SD. Kala itu Andin kecil mengikuti lomba balap sepeda tingkat desa. Kala itu ibunya, Erni Eka Y., tak mengizinkan putri sulungnya itu ikut balapan.

Lain halnya dengan sang ayah, Bambang Hermanto, yang sejak awal mendukung anaknya menjadi pembalap BMX. Saat mengikuti lomba tersebut, Andin sempat terjatuh. Dua gigi depanya patah. Andin awalnya khawatir akan dimarahi orang tuanya. Di luar dugaan, ibunya justru mendukung Andin menekuni balap sepeda BMX. ”Awalnya latihan sendiri, ikut-ikutan kalau ada event. Setelah mendapat dukungan orang tua akhirnya berlatih di sirkuit dan bergabung dengan klub BMX,” kata Andin.

Sejak saat itulah Andin mulai menapaki dunia balap sepeda BMX. Beberapa kejuaraan dari level kabupaten hingga provinsi dia ikuti. Andin merasa menemukan dunianya yang sudah diinginkannya sejak dulu, yakni balap sepeda. ”Awalnya sepeda pinjam, setelah diizinkan beli sepeda sendiri. Di Muncar saya berlatih sama Mas Kentir dan Mas Rico,” imbuhnya.

Tahun 2021, Andin mulai menggeluti balap sepeda downhill. Meski sama-sama sepeda, downhill adalah sesuatu yang baru bagi Andin. Apalagi, bersepeda di kawasan terjal masuk kategori olahraga ekstrem. Berbekal disiplin dan semangat berlatih, Andin mulai bisa menyesuaikan diri. Meski harus jauh-jauh berlatih ke sirkuit Gantasan dan Erek-Erek, bagi Andin tidak ada masalah.

Pembuktiannya terlihat saat Andin masuk dalam kontingen balap sepeda Banyuwangi di Porprov Jatim di Jember belum lama ini. Andin yang mencintai BMX dan downhill mampu mempersembahkan dua medali untuk dua kategori lomba tersebut. Capaianya pun memberikan harapan baru bagi dunia balap sepeda Banyuwangi. ”Kalau dibilang sulit, downhill lebih sulit. Tapi saya akan berlatih supaya bisa maksimal,” ujar siswi kelas X SMAN 1 Muncar itu.

Ke depannya, Andin ingin tetap bisa menekuni dunia olahraga balap sepeda, baik BMX maupun downhill. Dia mengaku ingin meraih prestasi lebih tinggi lagi dari capaiannya tahun ini. Meskipun olahraga yang ditekuni cukup berisiko bagi kaum perempuan, Andin tak gentar. ”Sudah dari awal suka. Meski takut terjatuh, rasanya tetap ingin fokus main sepeda,” pungkasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#downhill #sport sepeda #dan BMX #balap sepeda #porprov jatim