RADARSITUBONDO.ID - Tiga Warga Negara Asing (WNA) terduga pelaku hipnotis sempat terpantau berkeliaran di Kota Santri. Tepatnya di depan BCA, Jalan Diponegoro Kota Situbondo.
Setelah beredar video tiga WNA yang diduga melakukan pencurian dengan cara menghinotis, sejumlah warga di Situbondo mengaku sempat melihat pelaku berkeliaran di Kota Situbondo.
Namun belum ada warga Kota Situbondo yang mengaku menjadi korban hipnotis.
“Saya sempat melihat pelaku hipnotis yang viral di medsos, berada di di depan BCA Situbondo. Orangnya memang tiga orang itu (yang beraksi di sebuah toko di Kecamatan Suboh). Habis itu ke mana saya tidak tahu,” ungkap Wisnu, salah satu warga Kota Situbndo, Kamis (8/5).
Sementara itu, Ahmad Soleh, pemilik toko yang mengaku menjadi korban hipnotis hingga mengalami kerugian Rp 28 jutaan, juga mendapat banyak laporan dari sejumlah korban.
Bahwa WNA yang beraksi di tokonya sempat ingin menghipnotis penjaga agen brilink di salah satu toko Kecamatan Besuki.
“Salah satu pemilik toko agen Brilink di Kecamatan Besuki juga ada yang menjadi korban hipnotis. Tapi uangnya tidak sampai hilang, karena ada bosnya yang memantau dari CCTV lalu menegur penjaganya. Katanya sempat mendekat ke tempat uangnya juga,” tegas Ahmad Soleh.
Kata dia, WNA tersebut juga melancarkan aksinya di depan toko Basmalah, sebelah timur SPBU Besuki. Korbannya mengaku mendapat tawaran minyak wangi, sehingga uangnya sebanyak Rp 7 juta terkuras habis.
“Sebelum saya jadi korban ada juga warga Besuki yang dihipnotis kena di depan toko Basmalah, timur SPBU Besuki. Modus menawarkan minyak wangi, setelah WNA itu hilang, uang Rp 7 juta juga hilang. tidak tahu ya, laporan apa tidaknya,” papar Ahmad Soleh.
Sekedar diketahui, sekitar dua tahun lalu pedagang daging di Pasar Senggol, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji juga ada yang menjadi korban hipnotis.
Namun, saat itu Tutwuri Handayani, pedagang daging yang menjadi korban hipnotis tidak melapor ke Mapolres Situbondo. Padahal kerugiannya mencapai Rp 5 juta.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan menegaskan, bahwa anggota masih melakukan penyelidikan atas kasus yang dialami Ahmad Soleh. Untuk perkembangannya belum bisa disampaikan.
“Belum ada, masih nunggu info dari Anggota Resmob,” ucap AKP Agung saat dikonfirmasi perekmbangan pelaporan korban hipnotis. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin