RADARBANYUWANGI.ID - Mulyadi, 51, seorang tuna wisma ditemukan meninggal dunia di teras gudang genset Taman Kota Asembagus, Situbondo, Selasa (22/4).
Sebagian warga beranggapan pria asal Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, itu meninggal akibat kelaparan.
Informasi yang dilansir dari Jawa Pos Radar Situbondo, Mulyadi sempat merantau ke luar kota agar bisa menyambung hidup.
Sebab, Mulyadi sudah tidak memiliki keluarga. Aktivitas setiap hari memang pindah-pindah tempat hingga sering diberi makan oleh orang.
“Mulyadi tidak gila, normal. Tapi tidak punya keluarga, hingga hidupnya pindah-pindah tempat. Dulu punya rumah, tapi informasinya sudah dijual. Entah sakit apa, kalau orang-orang yang melihat tadi banyak yang mengatakan mati karena kelaparan,’’ ujar salah satu saksi.
Sementara itu, Kapolsek Asembagus, Iptu Untoro Windu, mengatakan orang yang kali pertama menemukan jenazah Mulyadi adalah salah satu warga yang sedang berolah raga. Begitu melihat dari jarak dekat, posisi Mulyadi sudah kaku.
“Yang menemukan pertama kali orang olah raga pagi, habis itu melapor dan kami langsung ke lokasi. Jenazah dalam kondisi tidak memakai baju dan hanya pakai sarung,” kata Windu.
Windu menegaskan, kematian Mulyadi tidak terindikasi menjadi korban kekerasan. Sebab sudah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Asembagus.
“Penyebab kematian secara pasti kami tidak paham, yang pasti bukan akibat kekerasan,” tegas Kapolsek Windu.
Dikatakan Windu, jenazah yang sudah tidak memiliki keluarga menjadi tanggung jawab Kepala Desa Trigonco.
Segala administrasi di RSUD hingga pemakaman sudah ditanggung sepenuhnya oleh kepala desa.
“Pemerintah Desa Trigonco menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya rumah sakit dan pemakaman korban,” pungkas Windu. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin