Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Petani Bawang Keluhkan Harga Terus Merosot, di Situbondo Sekilo Bawang Basah Dihargai Rp 18 Ribu

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 22 April 2025 | 15:55 WIB

Tengkulak menaikkan bawang dari yang baru dipanen di persawahan Mangaran Situbondo. (Humaidi/Radar Situbondo)
Tengkulak menaikkan bawang dari yang baru dipanen di persawahan Mangaran Situbondo. (Humaidi/Radar Situbondo)
 

RADARBANYUWANGI.ID – Harga bawang merah di tingkat petani Situbondo satu pekan terakhir terus merosot.

Dari yang sebelumnya masih Rp 30 ribu perkilogram untuk timbang basah di sawah, kini hanya bertengger di angka Rp 18 ribu. Keadaan ini sangat dikeluhkan petani.

Salah satu petani bawang asal Kecamatan Mangaran, Baidlawi mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan tersebut.

“Ya capek dengan keadaan ini. Tambah hari, harga bawang semakin merosot. Petani tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Baidlawi menyebutkan, petani awalnya sangat gembira karena harga timbang basah bawang merah di sawah masih Rp 30 ribu perkilogram.

Setelah itu berubah lagi menjadi Rp 25 ribu, berubah lagi menjadi Rp 21 ribu.

“Hari ini (kemarin) jadi Rp 18 ribu. Kalau bicara untung ya masih untung. Tapi kalau terus turun kan bahaya,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, salah satu penyebab harga bawang merah di situbondo rusak karena mulai membanjirinya bawang dari luar Jawa di pasaran.

Bawang dari Sulawesi, misalnya. Sehingga, para penebas sudah tidak lagi turun ke Situbondo.

“Bawang merah dari Sulawesi ini sebenarnya hanya membanjiri pasar besar seperti Sukomoro Nganjuk, Jakarta dan Jawa Tengah. Hanya saja, karena barang sudah melimpah ya harganya turun.  Kalau pasar besar harganya anjlok , otomatis harga di setiap daerah pasti turun,” papar Baidalawi.

Dia berharap Pemkab Situbondo bisa mendirikan pasar bawang. Sebab, jika ada pasar, akan bisa mengatasi persoalan harga. 

“Patokan harga kan di pasar. Atau, bisa diproses sendiri untuk memenuhi pasar lokal yang ada di Situbondo, Bondowoso dan Jember. Turun-naiknya  harga ini kan bagian dari permainan tengkulak juga,” ungkap Baidlawi.

Dia memprediksi harga bawang merah akan terus turun. Sebab, dua minggu lagi Nganjuk akan masuk masa panen raya. Sehingga, stok bawang di pasaran akan makin melimpah.

“Petani akan rugi jika harga bawang di bawah Rp 10 ribu, seperti tahun lalu. Ya karena biaya produksi sudah sangat tinggi,” tegasnya. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #harga bawang #murah #petani bawang #Mengeluh