RADARBANYUWANGI.ID ¬ Nasib bahas menimpa Hanji, 59, warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Minggu sore (20/4).
Dia meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di areal persawahan desa setempat.
Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono mengatakan, peristiwa terjadi saat korban usai membajak sawah milik Jamaluddin di Dusun Tanjung Sari Barat. Korban tidak sendirian, tapi dengan dua orang temannya.
“Sebelum korban tersambar petir, hujan turun sekitar pukul 14.30 WIB. Makin lama makin lebat disertai petir. Korban bersama kedua temannya langsung menepi ke rumah warga dengan jarak sekira 200 meter di area persawah,” ujar Puriyono.
Petaka terjadi saat Hanji, kembali ke tengah persawahan dengan membawa cangkul. Dia bermaksud membuka saluran irigasi persawahan karena meluap akibat air hujan. Nah, saat beraktifitas itilah, tubuh Hanji tersambar petir.
"Tiba-tiba korban tersambar petir jatuh posisi telungkup di pematang sawah. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Puriyono Pusdalops BPBD Situbondo.
Puriono menjelaskan, korban sebenarnya tidak sampai terkena langsung sambaran petir. "Kata anaknya, Pak Hanji hanya kena pantulan petir yang menyambar. Korban tidak mengalami luka-luka," terang Puriyono
Setelah diperiksa secara intensif oleh rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun jejak kriminal lainnya. Sehingga, keluarganya langsung membawa pulang jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Kita menghimbau agar masyarakat Situbondo terus mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem, ini mengingat Kabupaten Situbondo juga tercatat sebagai wilayah dengan cuaca Ekstrem berdasarkan Release BMKG yang diperkirakan terjadi dari 20 hingga 27 April mendatang,” imbuh Puriyono. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin