Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Musim Paceklik, Nelayan Mimbo Situbondo Diminta Memanfaatkan Budidaya Rumput Laut

Iwan Feriyanto • Senin, 24 Juni 2024 | 18:40 WIB
KARAM: Perahu di pesisir Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, tenggelam setelah dihantam ombak, Minggu (23/6).
KARAM: Perahu di pesisir Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, tenggelam setelah dihantam ombak, Minggu (23/6).

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah nelayan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, kesulitan mendapatkan ikan saat melaut.

Ini disebabkan angin kencang dan ombak besar. Bahkan cuaca ekstrem ini menyebabkan perahu rusak dihantam ombak.

Salah satu nelayan, Basuki mengatakan, beberapa hari ini banyak nelayan saat melaut jarang mendapatkan ikan. Ini disebabkan karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

“Sekarang memang susah ikan. Kenapa? Karena terang bulan. Jadi kalau sudah terang bulan, ikan itu sedikit,” ujarnya, Minggu (23/6).

Kata Basuki, meskipun sudah dicari ke berbagai tempat, ikan masih jarang ditemui.

Yang ada saat melaut itu hanya angin kencang dan ombak besar. Sehingga tidak berani untuk melanjutkan bekerja.

“Takut pas tiba-tiba ombak besar di tengah. Jadi kalau angin sudah kencang pasti ada yang pulang ke darat. Dari pada kecelakaan lebih baik pulang saja,” jelasnya.

Dikatakan, akibat ombak besar menyebabkan dua unit perahu milik nelayan rusak.  Satu unit masih bisa diselamatkan, sedangkan satu unit lainnya sudah tidak bisa digunakan lagi karena mengalami kebocoran.

“Perahu yang rusak sekarang masih ada di pinggir laut. Yang punya perahu sudah pasrah dan tidak diperbaiki lagi. Khawatir ketika diperbaiki tidak bisa kembali normal, justru nanti ketika dipakai melaut justru membahayakan keselamatan,” cetusnya.

Sementara itu, kepala Bidang (kabid) Pemberdayaan Nelayan di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Roy Hidayat mendorong para nelayan untuk memanfaatkan keberadaan rumput laut.

Harapannya selama kesulitan mendapatkan ikan, maka budidaya rumput laut jadi sumber penghasilan para nelayan.

“Kami sudah memberikan pelatihan budidaya kepada puluhan nelayan. Ke depan mereka bisa menerapkan sendiri,” ucapnya.

Roy menyampaikan, para nelayan memasuki musim paceklik atau tangkapan ikan sulit.  Ini terjadi sejak bulan Juni hingga bulan Oktober. Kejadian ini bersamaan dengan musim kemarau.

“Kalau sudah musim paceklik atau kemarau ikan memang sulit. Banyak nelayan yang mengeluh karena tidak punya penghasilan. Ini yang kami maksud budidaya rumput laut bisa jadi alternatif penghasilan tambahan,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#ombak besar #ikan #situbondo #rumput laut #Paceklik #Perahu Rusak #perahu karam #nelayan #budidaya #cuaca ekstrem #angin kencang