Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sebut Imbauan Kiai Azaim Menyejukkan, Situbondo Jangan Terpecah Gegara Pemilu

Iwan Feriyanto • Rabu, 6 Maret 2024 | 18:30 WIB
KHARISMATIK : Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi
KHARISMATIK : Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi

RadarBanyuwangi.id – Pembina Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mitra Santri, Abdurrahman Saleh mendukung penuh imbauan KHR Achmad Azaim Ibrahimy.

Sebab, proses pemilihan presiden dan wakil presiden telah usai. Masyarakat diharapkan kembali hidup rukun meskipun berbeda pilihan.

Abdurrahman menyampaikan, sosok seperti Kiai Azaim sangat dibutuhkan dalam kondisi apa pun. Khususnya dalam proses pesta demokrasi. Sikap dan pernyataannya menjadi panutan masyarakat. 

“Saya mengapresiasi dengan dawuh Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Kiai Azaim,” ujarnya, Selasa (5/3).

Abdurrahman menyatakan, pernyataan Kiai Azaim sangat ideal untuk membangun kondusivitas masyarakat.

Sebab, secara langsung memberikan teladan dan menjadi sosok dinamis dalam menyikapi persoalan perbedaan pilihan presiden dan wakil presiden pada pemilu tahun 2024.

“Sikap dan pernyataan Kiai Azaim memberikan nuansa kesejukan, khususnya bagi masyarakat Situbondo. Itulah yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang damai dan kondusif paska pemilu,” kata pengacara senior itu. 

Dikatakan, Kiai Azaim memiliki kepedulian besar terhadap kehidupan masyarakat.

Sikap yang ditunjukkan merupakan bukti bahwa tokoh ulama menjadi poros penting dalam membimbing kehidupan umat manusia.

“Apa yang diutarakan Kiai Azaim merupakan cerminan tokoh ulama yang peduli terhadap masyarakatnya. Bahwa perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak harus merugikan orang lain. Sehingga, siapa pun presiden yang terpilih nanti merupakan presiden masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Abdurrahman menambahkan, perbedaan pilihan merupakan  hak setiap warga. Mereka memiliki cara pandang tersendiri dalam menentukan sosok yang dirasa cocok untuk memimpin bangsa Indonesia.

“Perbedaan cara pandang dan pilihan politik itu biasa saja. Setiap orang pasti memiliki perbedaan yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun. Namun yang terpenting, dari perbedaan tersebut tidak menjadi sebab munculnya permusuhan,” ucapnya.

Abdurrahman menilai, perbedaan cara pandang politik harus diapresiasi bersama. Bahwa, hal itu tidak akan mengubah semangat kebhinekaan.

Justru dapat membangun rasa solidaritas serta sikap toleransi di masyarakat.

“Maka rasa damai di pemilu kali ini sebagai wujud kedewasaan masyarakat dalam menyikapi pilihan politik. Kondusivitas paska pemilu ini sebagai entitas masyarakat Situbondo yang semakin dewasa,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Kiai Azaim #situbondo #Hidup Rukun #terpecah belah #pemilu #presiden