Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gegara Harga Secangkir Kopi Naik Rp 2 Ribu, Pemilik Warung di Suboh Situbondo Dianiaya Pembeli

Humaidi. • Jumat, 5 Januari 2024 | 02:30 WIB
CARI KEADILAN: Juhariah, 54, warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh, didampingi keluarganya mendatangi Mapolres Situbondo, Rabu (3/1).
CARI KEADILAN: Juhariah, 54, warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh, didampingi keluarganya mendatangi Mapolres Situbondo, Rabu (3/1).

SITUBONDO, RadarBanyuwangi.id – Nasib nahas menimpa Juhariah, 54, warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh,  Selasa malam (2/2). Pemilik warung di Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, itu dipukuli Inung, 50, warga Bondowoso.

Dugaan penganiayaan diduga hanya gara-gara pelaku keberatan dengan harga kopi yang naik menjadi Rp 5 ribu.

Kepada koran ini Juhariah menceritakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul  18.30. Saat itu, Inung mampir ke warungnya dan membeli secangkir kopi.

Setelah kopi habis Inung  membayar uang Rp 5 ribu. Setelah itu, Inung tidak langsung pulang tapi meminta kembalian Rp 2 ribu dengan cara membentak.

“Saya kira dia (Inung)  tahu kalau harga kopi emang Rp 5 ribu. Karena tidak langsung diberi kembalian, dia tanya uang kembalian Rp. 2 ribu.  Ya saya bilang kalau harga kopi emang Rp. 5 ribu, habis itu dia langsung marah-marah,” kata Juhariah di halaman Polres Situbondo, Rabu (3/2).

Juhariah sebenarnya sudah berniat untuk memberikan uang kembalian agar pelaku tidak marah-marah hanya persoalan uang Rp 2 ribu. Tetapi, Inung itu tambah ngomel.

Bahkan, melakukan tindakan kekerasan dengan mengambil potongan kayu dipukulkan kepada penjual kopi.

“Saya hanya bilang gini, kalau memang harus mengembalikan uang Rp 2 ribu ya saya kembalikan, tidak usah marah-marah. Habis saya bilang gitu, dia ambil kayu dan memukul saya. Kayunya itu ada pakunya dan pakunya nancep ke kepala saya, ini saya luka,” imbuh Juhariah.

Setelah terjadi pemukulan, juhariah langsung berteriak minta tolong kepada warga. Akhirnya banyak warga yang datang dan mengamankan Inung. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke anggota Polsek Suboh sebelum dilimpahkan ke Mapolres Situbondo.

“Banyak yang mengamankan, habis itu ada yang menghubungi Polsek Suboh. Selanjutnya ya diserahkan kepada Polsek. Keluarga saya juga lanjut laporan ke Polres. Saat laporan tidak ada saya, saya kan dirawat di rumah sakit,” ucap Juhariah.

Dikatakan Juhariah, dirinya menginginkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya diproses secara tegas. Sehingga, Inung tidak mengulangi perbuatannya dan tidak memakan korban lain.

“Saya mau laporan saya diseriusi, saya hanya mau pelaku ditahan. Saya tidak terima dipukul begini. Apalagi hanya soal uang Rp. 2 ribu,” tutup Juhariah.

Kapolsek Suboh, AKP Subaidi menegaskan, bahwa Inung sudah dilimpahkan ke Mapolres  Situbondo. Alasanya, korban memang ingin melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Mapolres Situbondo agar kasusnya cepat ditangani.

“Pelaku sudah diserahkan ke mapolres. Sekarang masih diperiksa dan diminta keterangannya,” tegas Subaidi.

Kata Subaidi, berdasarkan informasi yang digali dari keluarganya, Inung memiliki penyakit kejiwaan dan sempat menjalani rehabilitasi.

“Dugaan sementara, pelaku stres. Kabar ini saya dapatkan dari pihak keluarga. Saya dapat info penyidik Polres juga sudah memanggil keluarga Inung,” pungkas Subaidi. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#dipukuli #situbondo #warung #naik #kopi #harga #penganiayaan