Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pihak Sekolah Bantah Reza Korban Pengeroyokan, Yang Benar Duel Satu Lawan Satu

Humaidi. • Sabtu, 11 November 2023 | 20:00 WIB
JAM PULANG: Satpam SMA 2 Situbondo mengatur keluarnya siswa-siswi di halaman gerbang sekolah, Kamis (9/10).
JAM PULANG: Satpam SMA 2 Situbondo mengatur keluarnya siswa-siswi di halaman gerbang sekolah, Kamis (9/10).

SITUBONDO, RadarBanyuwangi.id – Insiden pengeroyokan yang dialami M. Reza, 17, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, dibantah oleh sejumlah siswa di sekolahnya.

Mereka mengatakan, jika Reza bertarung satu lawan satu dengan AS. Itu disampaikan langsung oleh koordinator Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah Reza, Imam Turmudi, Kamis (9/11).

Imam Turmudi mengatakan, pihaknya baru mendengar kabarnya pengeroyokan keesokan hari setelah kejadian (8/19).

Begitu mendapatkan informasi, sejumlah guru berkumpul mengadakan musyawarah  khusus dan membahas tentang pengeroyokan Reza.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah mendatangi rumah sakit dan menjenguk Reza. Alhamdulillah saat kami jenguk, keadaan Reza cukup membaik, makan sudah enak dan komunikasi juga lancar,” kata Imam.

Kamis (9/11), pihak sekolah sudah mengumpulkan siswa yang berada di lokasi kejadian pada saat Reza  dan AS berkelahi.

Hasilnya sebelas siswa yang diperiksa secara terpisah mengakui jika Reza tidak dikeroyok melainkan berkelahi satu lawan satu.

“Belasan siswa sudah kami urus satu persatu di ruang yang berbeda. Pengakuannya sama, kalau Reza tidak dikeroyok. Kami rasa anak-anak ini tidak sempat kongkalikong dalam memberikan keterangan,” tegas Imam.

Namun, dia belum membenarkan pernyataan semua siswa yang diurusnya. Sebab, masih dikonfirmasi secara sepihak.

Pihak sekolah belum bisa mendapatkan keterangan dari Reza. Meskipun pihak guru sudah menjenguk ke rumah sakit belum berani untuk menanyakan di rumah sakit.

“Kami belum bisa menanyakan kepada Reza kejadian yang sesungguhnya. Kami mau tanya posisi Reza masih sakit, kami juga takut menyinggung perasaan keluarga Reza,” ujar Imam.

Selain mengurus siswa, Imam mengaku juga memberikan surat undangan kepada sebelas anak untuk diberikan kepada orang tuanya.

Rencananya, hari ini semua wali murid akan diajak musyawarah dan menjenguk Reza ke rumah sakit.

“Seluruh anak sudah mengantongi undangan dan semua wali murid akan diajak musyawarah,” ucap Imam.

Untuk proses hukum Imam menyerahkan kepada wali murid korban. Tetapi harapan sekolah tidak sampai berlanjut ke ranah hukum dan terselesaikan secara kekeluargaan.

Semisal lanjut ke ranah hukum pihak sekolah pasti mengikuti keinginan dari orang tua korban.

“Kalau masalah laporan ke polisi itu hak keluarga Reza. Semoga saja kasusnya selesai secara kekeluargaan, semisal pihak keluarga tidak menerima dan mau lanjut secara hukum, kami hanya bisa mengikuti keinginan orang tua korban,” tutup Imam.

Diberitakan sebelumnya, Reza mengaku dikeroyok di gedung kosong di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Situbondo.

Akibatnya, Reza mengalami luka lebam dan luka tebuka di bagian pelipisnya. Dia juga menjalani rawat inap di rumah sakit plat merah Kabupaten Situbondo. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #duel #Satu lawan satu #berkelahi #sekolah #pengeroyokan