Jawa Pos Radar Situbondo - Pengalihan kendaraan untuk sementara waktu ke tengah kota Situbondo mulai berdampak terhadap kondisi jalan raya.
Sejumlah titik ruas Jalan PB Sudirman Situbondo kini bergelombang lantaran banyak dilalui kendaraan besar dan berat. Keadaan ini mengakibatkan beberapa pengendara motor roda dua mengalami kecelakaan.
Pantauan wartawan koran ini, jalan yang mengalami kerusakan terjadi di beberapa titik. Seperti di depan Kantor Kodim 0823 dan kantor Bupati hingga memasuki kawasan Aun-alun Kota Situbondo. Padahal, sebelumnya kondisi jalan tersebut baik-baik saja.
Salah satu warga, Hadi mengatakan, akibat jalan yang rusak, itu menyebabkan seorang pelajar SMA terjatuh. Korban secara tidak sengaja melintas di jalan bergelombang yang cukup ekstrem tersebut.
"Dia (pelajar) dari barat boncengan lalu terpental. Bukan hanya sekali, namun dua kali kejadian laka. Karena jalan yang rusak jaraknya sangat dekat," ujarnya, Kamis (26/10).
Hadi menjelaskan, saat kendaraan melewati jalan tersebut, pengemudi tidak langsung terjatuh. Melainkan masih terpental mengenai pedagang kaki lima (PKL) yang ada di tepi jalan.
"Jadi setelah kehilangan kendali, pengemudi banting setir ke arah kiri. Nahasnya ada gerobak milik PKL. Sehingga mengakibatkan gerobak tersebut rusak berikut dengan kendaraan milik pedagang," jelasnya.
Dijelaskan, bahwa pelajar yang mengemudikan motor roda dua selamat. Hanya saja tubuhnya mengalami luka.
"Yang jelas ada beberapa bagian tubuhnya yang luka. Namun tidak begitu parah, hanya beset karena mengenai badan jalan," ungkapnya.
Sementara itu, Wisnu salah satu pedagang PKL mengatakan, kondisi jalan yang rusak masih belum banyak diketahui masyarakat. Sehingga banyak yang tidak tahu jika jalan tersebut tidak rata.
"Ini (jalannya) ada gundukan besar. Lalu ada juga aspalnya yang ambles karena sering dilewati kendaraan besar," ucapnya.
Baca Juga: 256 Siswa MAN 2 Banyuwangi Masuk ke PTN Ternama dan IPDN
Kata Wisnu, penyebab jalan rusak karena kondisi jalan tidak kuat menahan banyaknya kendaraan muatan besar. Sebab, sebelum kendaraan tersebut melintasi jalur kota, hampir tidak ada jalan yang rusak.
"Diduga karena sering dilintasi kendaraan muatan besar mengakibatkan jalan rusak," jelasnya.
Wisnu menambahkan, kondisi jalan yang berbahaya itu perlu ada papan peringatan. Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan kembali.
"Paling tidak kalau jalannya sudah rusak, harus ada papan peringatan. Jadi orang akan lebih hati-hati," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin