Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bung Karna Gratiskan Bibit Padi BK 01 dan 02 untuk Petani di Situbondo

Iwan Feriyanto • Selasa, 24 Oktober 2023 | 21:30 WIB
INOVATIF: Bupati Situbondo Drs. Karna memaparkan bibit padi BK Situbondo 01 dan 02 agritan kepada petani dan tim penilai IGA di wilayah Desa Wringinanom, Situbondo
INOVATIF: Bupati Situbondo Drs. Karna memaparkan bibit padi BK Situbondo 01 dan 02 agritan kepada petani dan tim penilai IGA di wilayah Desa Wringinanom, Situbondo

Jawa Pos Radar Situbondo – Pemkab Situbondo dalam waktu dekat memastikan akan memberikan pendampingan terhadap petani yang menanam bibit BK Situbondo 01 dan 02 agritan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dengan begitu, proses penanaman dilakukan dengan benar, sehingga saat panen nanti bisa menguntungkan petani.

Langkah Pemkab Situbondo ini menyusul akan dilakukannya pembagian bibit gratis pada Bulan November mendatang. 

Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, bibit padi BK 01 dan 02 Agritan akan diberikan secara cuma-cuma kepada kepada sebagian kelompok tani di Kota Santri.

“Beberapa daerah lain sebenarnya juga menginginkan agar bibit tersebut didistribusikan. Misalnya, Blitar, Lampung, Kuningan dan Subang. Tapi, kita dahulukan petani sendiri karena pembibitan saat ini masih sangat terbatas," ungkap pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut.

Dia mengatakan, Pemkab Situbondo sudah melakukan pembibitan padi BK seluas 20 hektare. Ini merupakan upaya untuk memperluas penyebaran bibit padi BK di Indonesia. 

Sehingga, nanti bisa disebar seiring dengan terbitnya Surat Keputusan Layak Edar dari Menteri Pertanian.

"Kita sudah menyiapkan lahan pembibitan pada masa tanam kedua. Kita sudah siapkan lahan pembibitan sebanyak 20 hektare agar kita juga bisa melayani permintaan bibit di luar daerah,"pungkasnya.

Bung Karna mewanti-wanti penanaman bibit BK Situbondo 01 dan 02 harus dilakukan sesuai SOP. Sebab, hanya dengan cara begitu maka biaya produksi petani tidak akan besar.  Saat masa panen tiba, petani akan untung.

“Makanya kita akan memberikan pendampingan terhadap petani yang menanam padi BK Situbondo 01 dan 02 agritan,” ujarnya, Senin (23/10).

Pria yang akrab disapa Bung Karna itu mengatakan, salah satu SOP yang harus dilaksanakan adalah proses pemupukan. Tidak hanya menggunakan pupuk kimia, tapi juga pupuk organik.

“Padi BK Situbondo memiliki SOP yang jelas, dengan pemupukan yang juga jelas. Sehingga biaya produksi yang dikeluarkan masyarakat tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Dikatakan, penanaman padi BK akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani. Mengingat, penanaman padi tersebut hanya membutuhkan waktu selama 75 hari dan hasil panennya mencapai delapan ton lebih dalam satu hektare. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Petani #sop #bibit #Karna Suswandi #padi #menteri pertanian