Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua DPRD Situbondo Sebut Jadi Ajang untuk Refleksi Diri

Iwan Feriyanto • Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:30 WIB
CERAMAH: Kiai Zaini Ridwan (kiri) bersama wakil ketua DPRD Abdurrahman mengikuti perayaan maulid nabi di ruang rapat paripurna, gedung DPRD Situbondo, Rabu (18/10).
CERAMAH: Kiai Zaini Ridwan (kiri) bersama wakil ketua DPRD Abdurrahman mengikuti perayaan maulid nabi di ruang rapat paripurna, gedung DPRD Situbondo, Rabu (18/10).

Jawa Pos Radar Situbondo – Anggota DPRD Situbondo serta pegawai di kesekretariatan dewan menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad di kantor DPRD, Rabu (18/10).

Momen ini selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, juga untuk refleksi diri bagi wakil rakyat.

Sehingga, mereka diharapkan bisa menjalankan tugas dengan amanah. Seperti sifat tauladan Nabi Muhammad dahulu.

Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi mengatakan, lahirnya Nabi Muhammad patut disyukuri bersama. Sebab, berkat perjuangan yang sudah dilakukan, dapat mengangkat derajat manusia.

“Berkat beliau (Nabi Muhammad) mampu menuntun kita dari zaman jahiliyah menuju alam yang terang benderang seperti saat ini,” ujarnya.

Edy menjelaskan, perayaan maulid nabi diharapkan dapat menjadi jalan dibukanya pintu syafa’at. Sehingga dapat menjadi ladang pahala yang dapat mengangkat amal dalam kehidupan akhir kelak.

“Syafa’at yang kita harapkan adalah sebagai ladang pintu amal untuk kita semua ketika kelak akhir zaman,” ucapnya.

Selain itu, Edy mengatakan, sosok Nabi yang dikenal amanah, itu patut ditiru. Terutama sebagai wakil rakyat yang diberi amanah oleh masyarakat harus bisa melaksanakan tugas dengan tanggungjawab dan jujur serta dapat dipercaya.

“Setidaknya sebagai anggota DPRD, kami harus meneladani sifat beliau yakni jujur, amanah dapat dipercaya, sederhana dan berlaku adil,” ungkapnya.

Edy berharap, sifat mulia Nabi Muhammad tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh para wakil rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga, pelaksanaan maulid nabi tidak hanya sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan satu tahun sekali.

“Sifat-sifat mulia ini diharapkan diimplementasikan para wakil rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Baik di dalam kantor maupun di luar,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang penceramah, Kiai Zaini Ridwan mengatakan, Nabi Muhammad merupakan pintu untuk ibadah agar bisa diterima.

Sehingga bacaan salat yang tidak melafalkan kalimat sholawat, maka salat tersebut tidak diterima.

“Contoh orang salat tidak akan diterima apabila tidak membaca selawat. Orang berdoa tidak akan diterima apabila tidak mengucapkan selawat,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#DPRD Situbondo #maulid nabi #Amal #pahala #refleksi #Selawat #salat #muhammad saw