Jawa Pos Radar Situbondo – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi menyoroti dinas yang rutin menggelar acara-acara seremonial untuk mengatasi masalah stunting.
Sebab, kegiatan tersebut dinilai kurang tepat lantaran tidak menyentuh akar permasalahan. Seharusnya, dinas turun langsung ke rumah warga.
Orang nomor satu di Kota Santri ini, meminta agar jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Seperti pemberian makanan bergizi untuk menekan kasus stunting. Cara tersebut lebih bermanfaat dan tepat sasaran.
“Dinas DP3P2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) tidak melulu menggelar acara seremonial. Kegiatan seperti ini kurang maksimal mengatasi stunting,” ujarnya, Rabu (11/10) saat membuka acara diseminasi audit stunting di kantor Pemkab Situbondo.
Pria yang akrab disapa Bung Karna itu berharap, penanganan stunting harus dilakukan cepat dengan menyentuh langsung kepada masyarakat. Upaya tersebut lebih efektif dan manfaatnya jauh lebih besar.
“Sekali lagi jangan hanya acara seremonial, karena belum memberikan dampak. Tapi aktif di lapangan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB, M. Imam Darmaji mengatakan, tugas pokok dan fungsi DP3AP2KB memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya warga mengetahui tentang kasus stunting.
“Ya memang tupoksi DP3AP2KB dalam kasus stunting kita melakukan advokasi melalui penyuluhan dan sosialisasi ,” ucapnya.
Imam menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan oleh dinas DPA3AP2KB. Akan tetapi banyak pihak yang dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat pun mulai paham bahaya dari kasus tersebut.
“DP3P2KB juga melakukan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting. Kami membentuk tim pendamping keluarga (TPK) jumlahnya di Kabupaten Situbondo sebanyak 529 tim atau 1.587 orang,” jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran Cagar Alam Bisa Dipadamkan, Puluhan Relawan Tetap Siaga di Lereng Gunung Ijen
Dijelaskan, bahwa DP3AP2KB akan kembali menggelar kegiatan untuk menekan kasus stunting. Kali ini sasarannya adalah ibu hamil di Situbondo.
Selain itu, Imam menjelaskan, penanganan stunting melibatkan sejumlah OPD. Sehingga dapat mempercepat penanganan kasus stunting.
“Yang terlibat itu Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan. Untuk perbaikan penyediaan pangan ada Dinas Pertanian. Juga penyediaan sanitasi dan air bersih ini ada DPUPR,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin