Jawa Pos Radar Situbondo – Satu ekor indukan banteng jantan dilepaskan di kandang suaka satwa banteng, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Rabu (11/10).
Langkah ini diharapkan akan mampu menghasilkan anakan yang tangguh sehingga populasi banteng di Jawa tetap terjaga.
Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan mengatakan, indukan banteng yang dilepaskan itu bernama Dimas.
Banteng itu lahir pada 22 Agustus 2017, di Taman Safari Indonesia II Prigen, Kabupaten Pasuruan. Karena sudah besar, diserahkan kepada Taman Nasional Baluran sebagai upaya penambahan indukan jantan banteng.
“Dengan adanya pejantan unggul ini, diharapkan mampu menghasilkan keturunan unggul dan tangguh, dengan morfologi dan genetik yang unggul,” kata Johan.
Disebutkan, banteng baru itu tidak langsung dilepasliarkan begitu saja. Sebab, masih butuh waktu sekitar satu minggu untuk beradaptasi. Sehingga, tenaga perawat dari Taman Safari Indonesia II Prigen masih bertugas mendampingi untuk beberapa hari ke depan.
“Agar nyaman di tempat baru, ya adaptasi dulu. Keepernya dari Taman Safari masih ada di sini, karena dia yang memahami perilakunya si Dimas. Kita juga bawa pakan dari sana,” ucapnya.
Setalah Dimas bisa beradaptasi dengan lingkungan, berikutnya akan dilepaskan dengan ratusan banteng lainnya yang ada di Taman Nasional Baluran.
“Suaka satwa banteng di sini (Baluran) sudah ada empat ekor hasil dari biding di sini. Dan beberapa kali ke sini menengok kandang lamanya,” tegas Johan.
Dia menjelaskan, total banteng yang sudah berada Taman Nasional Baluran mencapai 211 ekor Banteng Jawa. Data tersebut diperoleh dari pantauan kamera trap yang ada di sejumlah titik.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan populasi banteng, termasuk menyediakan pakannya,” tutup Johan. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin