Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Sekilo Beras Premium di Situbondo Tembus Rp 16 Ribu, Masyarakat Mulai Beralih Beli Kualitas Rendah

Iwan Feriyanto • Kamis, 12 Oktober 2023 | 17:00 WIB
HARGA NAIK LAGI: Salah satu pedagang di Pasar Senggol di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji Situbondo, menimbang beras yang dibeli pelanggan, Minggu (8/10).
HARGA NAIK LAGI: Salah satu pedagang di Pasar Senggol di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji Situbondo, menimbang beras yang dibeli pelanggan, Minggu (8/10).

Jawa Pos Radar Situbondo – Harga beras di Kabupaten Situbondo terus merangkak naik. Saat ini di pasaran harganya mencapai Rp 16 ribu perkilogram. Padahal, sepekan lalu harga beras masih Rp 15 ribu.

Salah satu pedagang, Haryono mengatakan, sejak seminggu yang lalu harga beras kembali naik dari harga sebelumnya. Mulai dari beras kualitas rendah hingga beras dengan kualitas premium. Rata-rata kenaikannya sebesar seribu rupiah. 

“Untuk beras premium sekarang Rp 16 ribu perkilogram. Sedangkan beras kualitas sedang itu Rp 15.500 perkilogram. Untuk beras kualitas rendah Rp 14 ribu,” ujarnya, Minggu (8/10).

Haryono menyatakan, kenaikan beras saat ini berbeda dengan sebelumnya. Biasanya, harga beras tidak sampai Rp 15 ribu perkilogram.

“Namun, sekarang harga beras sudah Rp 16 ribu perkilogram. Hanya berjarak beberapa minggu saja sudah naik lagi,” jelasnya.

Masih kata Haryono, harga beras biasanya naik secara bertahap. Sedangkan saat ini, harga beras naik secara drastis. 

“Biasanya kalau beras naik itu Rp 500, lalu kalau memang masih naik itu sama Rp 500. Tapi kalau sekarang, setiap kali harga beras naik itu seribu. Nanti bisa saja naik lagi seribu, seperti harga beras yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Pedagang toko kelontong, Ayu Riani mengatakan, kenaikan harga beras berpengaruh terhadap penjualan beras.

Biasanya beras premium banyak diminati pelanggan. Namun, saat ini konsumen lebih memilih beras kualitas rendah.

“Banyak pelanggan membeli beras harganya Rp 13 ribu atau beras yang patah-patah. Mau beli beras premium masih mikir-mikir katanya,” jelasnya.

Ayu mengaku, saat ini dirinya memilih untuk mengurangi persediaan beras premium. Sebab, sejak harganya naik, beras tersebut lebih banyak dikonsumsi sendiri. Sedangkan, peminat pembeli sangat terbatas.

“Biasanya persediaan sepuluh kilogram, sekarang hanya lima kilogram. Tapi kalau beras yang biasa ini bisa menyediakan sampai 20 kilogram lebih,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#harga beras #situbondo #premium #naik