RADAR SITUBONDO – Anggota Sabhara Polres Situbondo mengontrol pedagang mainan anak-anak di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Santri, Rabu (4/10).
Itu menyusul adanya fenomena siswa melukai lengannya sendiri menggunakan benda tajam.
Kasat Sabhara, AKP Sudpendik mengaku mendapatkan intruksi dari Kapolres Situbondo untuk melakukan pengecekan pedagang mainan.
Sebab, prilaku miris yang menimpa sejumlah siswa berawal dari membeli benda tajam kepada pedagang mainan.
“Informasi yang kami dapat, sejumlah siswi sekolah dasar menyayat lengannya menggunakan alat tajam yang dibeli dari pedagang mainan,” ungkap Sudpendik.
Setelah mengecek langsung ke sejumlah tempat, polisi tidak menemukan benda tajam yang dijual. Nampaknya, para pedagang sudah mendengar kabar adanya tren siswa yang melukai lengannya sehingga tidak berani menjual barang yang dianggap berbahaya bagi siswa.
“Kami sudah cek lapak pedagang mainan, tapi sudah tidak ditemukan benda tajam, seperi silet dan semacamnya. Yang ada hanya pengasah potlot,” tegas Sudpendi.
Dia juga melakukan imbauan kepada setiap pedagang agar ikut menjaga kondusivitas lingkungan sekolah dasar. Salah satunya tidak menjual benda tajam.
“Kami imbau setiap pedagang agar tidak menjual mainan yang berupa benda tajam. Selain itu juga menjalin kerja sama dengan guru SD agar ikut mengingkatkan pedagang baru yang berjualan di depan sekolahnya,” tutup Sudpendi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin