Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalan Setapak di Lokasi Bekas ‘Tambang Maut’ Desa Kotakan Situondo Masih Sering Dilewati Warga

Humaidi. • Senin, 2 Oktober 2023 | 22:30 WIB
DITUTUP RANTING: Dua warga Dusun Cangring, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, berdiri di lokasi terjatuhnya Bagus Bahari, Minggu (1/10).
DITUTUP RANTING: Dua warga Dusun Cangring, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, berdiri di lokasi terjatuhnya Bagus Bahari, Minggu (1/10).

RADAR SITUBONDO – Jalan setapak di lokasi pertambangan di Desa Kotakan, Situbondo, yang sudah memakan korban jiwa, hingga Minggu (1/10), belum juga dipasang garis polisi.

Sehingga, warga yang memiliki rumah di sekitar area tambang, masih bebas keluar masuk di lokasi yang membahayakan tersebut

Pantauan Jawa Pos Radar SItubondo, jalan setapak itu memang seringkali dilewati warga. Padahal di bawah jalan tersebut ada bekas galian dengan posisi melengkung seperti lubang landak dengan kedalaman yang sangat curam.

Bagian atas bekas galian tersebut juga sangat berpotensi untuk ambrol jika banyak orang yang berada di atasnya.

“Jalan ini sering dilewati warga. Kalau di bawahnya jalan ini sudah seperti goa. Kalau terlalu banyak orang bisa ambruk.  Kalian hati-hati kalau lewat,” kata Nima, warga yang rumahnya berada di sebelah lokasi tambang.

 Dia berharap, pihak terkait harus melakukan langkah tegas untuk menegur pemilik tambang agar memberi penjagaan secara ketat.

“Ini dalam, kalau ada anak-anak yang bermain juga bahaya. Di sini kan juga banyak anak-anak. Yang main layang layang juga banyak,” kata Nima.

Dia juga berharap agar pemiliki tambang melakukan penambangan dengan baik dan juga memikirkan dampak negatifnya. Sebab cara menambanganya itu hanya diambil bagian bawahnya, sedangkan atasnya dibiarkan.

“Galiannya seperti lubang landak. Kalau dilihat dari bawah jurangnya melekung. Atasnya utuh tapi bawahnya sudah habis. Seharusnya atasnya juga diambil,”  harap Nima.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito mengaku tengah melakukan penyelidikan tentang izin tambang galian C tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Saat kejadian kami sudah mendatangi lokasi tambang dan memang lokasi korban terjatuh itu tidak dilalui orang," ujar AKP Momon Suwito.

Momon juga mengaku belum mengetahui pasti apakah lokasi tambang galian C itu memiliki izin usaha pertambangan (IUP) atau beroperasi secara ilegal. Jika memang tidak memiliki izin lengkap, maka operasi pertambangan harus dihentikan. "Kalau memang tidak memiliki izin lengkap, ya tidak boleh beroperasi sampai izinnya lengkap," ucapnya.

Ditanya tentang pemberian garis polisi, dia menegaskan tidak perlu. Sebab pihaknya sudah memberi pakal berupa kayu. “Sudah kami pakal pakai kayu, kami juga meminta warga untuk tidak melintas,” tutup Momon. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Tambang #situbondo #galian c #korban jiwa #lubang #Jalan Setapak #polres situbondo