Jawa Pos Radar Situbondo – Pendapatan asli daerah (PAD) Situbondo tahun 2023 diperkirakan tidak bisa memenuhi target yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Penyebabnya, pendapatan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) hingga menjelang akhir tahun ini, masih sangat minim.
Data yang dihimpun koran ini, salah satu OPD penghasil PAD dengan capaian terendah sampai saat ini adalah Dinas Peternakan dan Perikanan.
Terhitung, pada bulan September 2023, capaian OPD tersebut baru 23,14 persen. Padahal, pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 5 miliar.
Anggota DRPD Situbondo, Janur Sasra Ananda menyatakan, dengan keadaan tersebut, maka target PAD sekitar Rp 120 miliar dalam APBD 2023 besar kemungkinan tidak tercapai.
Ada OPD yang masih belum optimal dalam mengelola sumber pendapatan daerah. Sehingga perolehannya sangat kecil.
“Dinas Peternakan baru bisa memperoleh PAD sebesar Rp 1,2 miliar. Jika dibandingkan dengan capaian yang ditargetkan, angka itu masih sangat jauh,” ujarnya, Jumat (29/9).
Janur menjelaskan, seharusnya Dinas Peternakan sudah mampu mengumpulkan PAD sampai 50 persen lebih menjelang akhir tahun. Sehingga, target pendapatan tercapai.
“Seharusnya sekarang ini target pendapatan daerah Dinas Peternakan sudah mencapai 50 persen atau bahkan lebih,” kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Banggar DPRD tersebut.
Janur mengaku, minimnya capaian perolehan target itu menjadi perhatian DPRD. Dia mengaku akan memanggil sejumlah OPD untuk meminta keterangan.
“Kami masih akan menggelar rapat dengan dinas terkait. Pembahasannya adalah mempertanyakan masalah kecilnya PAD yang didapatkan,” ungkapnya.
Selain itu, Janur menyebutkan, beberapa OPD lain sebagai penghasil PAD juga belum memenuhi target. Bahkan, sejumlah dinas mengusulkan penurunan target pendapatan.
“Kebetulan hari kamis itu kami ada rapat Banggar bersama TAPD. Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut adalah permintaan penurunan target pendapatan dari dinas,” kata pria berambut gondrong itu.
Kata Janur, permintaan penurunan target PAD itu lantaran dinas tidak mampu memenuhi. Sehingga, mereka memilih untuk mengurangi target tersebut.
“Beberapa OPD yang meminta penuruan target di antaranya Dinas Peternakan dan Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup. Lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta BKAD,” jelasnya.
Meski demikian, ada beberapa OPD lainnya yang optimistis mampu mencapai target PAD. “Dinas PUPR, Diskoperindag, Dinas Pariwisata dan Bappenda optimitis dengan capaian target PAD hingga akhir tahun 2023,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin