RADAR SITUBONDO – DPRD Situbondo meminta Pemkab untuk mengkaji ulang desain renovasi Alun-Alun Besuki.
Pemkab Situbondo masih punya banyak waktu untuk menyerap aspirasi masyarakat. Apalagi, proyek yang direncanakan dikerjakan tahun ini, itu ditunda pada tahun 2024.
Anggota Komisi III DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda mengatakan, penundaan proses perbaikan alun-alun disebabkan karena terkendala waktu.
Jika pembangunan tersebut tetap dilaksanakan, maka dikhawatirkan kualitas bangunannya tidak maksimal.
“Renovasi Alun-Alun Besuki ditunda ke tahun 2024. Rencananya akhir tahun ini dikerjakan, tapi waktunya tidak nutut,” ujarnya, Rabu (27/9).
Janur mengaku, seharusnya renovasi Alun-Alun selesai tahun ini, apabila Pemkab tidak menunda pekerjaan tersebut.
Sebab, kebutuhan anggarannya sudah tersediaan pada APBD Tahun 2023. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3 miliar lebih.
“Karena keterlambatan Pemkab sendiri lah untuk melaksanakan pekerjaan ini, sehingga harus tertunda. Alasannya karena sistem penyerapan anggaran yang baru, maka perlu penyesuaian,” jelasnya.
Sementara itu, Janur mengaku, penundaan renovasi Alun-Alun sebetulnya ada keuntungan tersendiri.
Sebab, desain bangunan Alun-Alun yang akan dikerjakan Pemkab pada 2023 mendapat kritikan. Hal itu lantaran dinilai tidak sesuai dengan kondisi sejarah yang ada di Besuki.
“Nah ini momen penting untuk Pemkab. Maka tampung aspirasi masyarakat Besuki, budayawan, sejarawan yang atau melibatkan teman-teman dewan kesenian untuk duduk bareng, rembuk bareng membahas desain bangunan Alun-Alun Besuki,” kata Janur.
Janur menilai, jangan sampai renovasi Alun-Alun Besuki justru menghilangkan nilai sejarah yang ada. Sehingga salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengajak komunikasi masyarakat.
“Jangan sampai niat baik Pemkab ini justru tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Renovasi ini kan tujuannya agar juga bisa memberikan mafaat kepada masyarakat sekitar. Seperti pengunjung yang meningkat, maka UMKM juga tumbuh,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin