RADAR SITUBONDO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawasyah memastikan stok beras tersedia cukup, meski harganya mahal.
Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir akan sulit mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Jawa Timur itu saat datang ke Kabupaten Situbondo, Kamis (21/9). Salah satu kedatangan Khofifah ke Kota Santri memang bertujuan mengontrol harga beras.
Sebab, sejak beberapa bulan ini harganya di beberapa daerah Jawa Timur terus merangkak naik. Salah satunya di Kabupaten Situbondo.
Gubernur Jatim menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkab harga beras melambung tinggi.
Salah satunya, harga gabah kering giling (HKG) dan harga gabah kering panen (HGP) yang semula di bawah Rp 5 ribu saat ini mengalami kenaikan.
“Kenapa harga beras di pasar rata-rata di atas HET? Karena memang harga GKG (Gabah Kering Giling) dan Gabah Kering Panen (GKP) sampai di tempat penggilingan di atas HET. Itulah yang menyebabkan beras di atas HET,” ujarnya, Kamis (21/9) kemarin di Pendopo Aryo Situbondo.
Perempuan berjilbab itu mengatakan, meski harga beras mahal, dirinya memastikan stok beras untuk mayarakat tercukupi. Terutama untuk kebutuhan warga di Jawa Timur.
“Stok pangan kita cukup banyak. Jadi jangan khawatir kekurangan persediaan beras,” ucapnya.
Khofifah menyampaikan, persediaan beras di Jawa Timur tercukupi karena Pemprov menginisiasi penanaman padi di lahan produktif. Sehingga, saat panen dapat mendukung persediaan beras di Jawa Timur.
“Di lahan-lahan produktif itu kita lakukan penanaman padi. Seperti yang sudah kita lakukan di Malang. Di sana ada lahan langsung ditanami padi, dan beberapa daerah lainnya pun juga sama,” ungkapnya.
Khofifah menyatakan, stok beras yang tersedia di Jawa Timur juga didistribusikan ke beberapa daerah lainnya. Seperti Provinsi Riau, Provinsi Maluku dan belasan provinsi lainnya.
“Pemerintah Jawa Timur menghitung bahwa hasilnya kita surplus pangan. Kemudian, persediaan beras yang kita miliki juga didistribusikan kepada 16 provinsi. Karena mereka membutuhkan,” ucap Mantan Menteri Sosial itu.
Meski demikian, Peprov Jatim juga sudah menghitung dan memperkirakan kebutuhan dan ketersediaan beras untuk warga. Bahkan, pemerintah juga mempertimbangkan dampak dari terjadinya kemarau panjang.
“Kemarau diprediksi terjadi cukup lama, puncaknya Februari 2024. Tapi, stok pangan Jawa Timur insyaallah cukup,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, pemerintah kabupaten Situbondo berupaya agar harga beras kembali normal.
Ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok tersebut kepada mayarakat.
"Untuk mengendalikan harga beras, sejak hari ini (kemarin) sudah didistribusikan ke desa-desa bantuan pangan,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna itu menyatakan, jika harga beras masih melambung tinggi, pemerintah juga akan menyalurkan beras cadangan kabupaten kepada masyarakat.
“Kalau bantuan pangan ini selesai, kemudian gejolak harga masih tinggi, kami akan meminta Bulog untuk menyalurkan beras cadangan kebupaten,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin