RADAR SITUBONDO – Persediaan beras di gudang Bulog Bondowoso minim. Sehingga upaya untuk menekan harga beras belum bisa dilakukan melalui operasi pasar.
Anggota DPRD Kabupaten Situbondo, Suprapto mengatakan, persediaan beras di gudang bulog Bondowoso saat ini sebanyak 6.500 ton.
Namun dari stok itu, sebanyak 80 persen akan digunakan untuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan pangan itu merupakan program langsung dari pemerintah pusat.
“Total ada sekitar 4000 ton lebih yang akan diberikan kepada masyarakat Bondowoso dan Situbondo yang kurang mampu dalam waktu dekat ini,” ujarnya, Selasa (19/9).
Kata Suprapto, bulog hanya memiliki persediaan beras seribu ton lebih yang dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat.
Namun, stok tersebut dinilai tidak akan cukup apabila digunakan untuk operasi pasar.
“Saya kira dengan stok hanya sekitar seribu ton lebih ini tidak akan cukup digunakan kegiatan operasi pasar untuk menekan harga beras yang saat ini mencapai Rp 15 per kilogram,” jelasnya.
Suprapto menyebutkan, keterbatasan persediaan beras sudah disampaikan Bulog kepada pemerintah pusat.
Tujuannya agar ada pengiriman stok beras kembali. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanggapan.
“Bulog sudah menyampaikan dan bersurat kepada bulog pusat beberapa pekan lalu. Tapi belum ada balasan sampai saat ini,” ungkapnya.
Selain itu, Suprapto menyampaikan, keterbatsan persediaan beras itu harus perlu disikapi bersama-sama. Sehingga ada solusi yang tepat agar harga beras bisa kembali normal.
“Kalau tidak segera ditangani masalah harga beras ini, warga pasti menjerit,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, operasi pasar menjadi kewenangan pihak bulog. Dinas hanya mempersiapkan fasilitas dan tempat yang dibutuhkan.
“Ujung tombaknya Bulog. Karena mereka yang tahu peris kekuatan untuk menggelar operasi pasar ini seberapa besar," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin