Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berharap Anak Bisa Jadi Pegawai Pemerintah, Warga Kendit Situbondo Ditipu Oknum LSM dan Wartawan Puluhan Juta

Humaidi. • Selasa, 19 September 2023 | 17:30 WIB
MENCARI KEADILAN: Soleh, warga Kampung Kerajan, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit dikonfirmasi sejumlah wartawan di Mapolres Situbondo, Senin (18/9).
MENCARI KEADILAN: Soleh, warga Kampung Kerajan, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit dikonfirmasi sejumlah wartawan di Mapolres Situbondo, Senin (18/9).

RADAR SITUBONDO – Soleh, warga Kampung Kerajan, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, mendatangi Mapolres Situbondo, Senin (18/9).

Dia ingin meminta keadilan kepada polisi setelah merasa ditipu Rp 20 juta oleh DN,35, oknum LSM di Situbondo.

Dengan uang sebesar itu, anak Soleh, Komaruddin dijanjikan akan dipekerjakan di Dinas PUPR Situbondo.

Kepada sejumlah wartawan yang ngepos di Polres Situbondo, Soleh mengatakan, awal mula dirinya tertarik memberikan uang kepada DN, setelah anaknya diiming-imingi bisa menjadi pegawai di PUPR Kabupaten Situbondo.

Untuk masuk di dinas tersebut, dia diminta uang Rp 1 juta sebagai persyaratan adminitrasi. “Kejadiannya sudah tahun 2022. Saat itu saya  membayar uang Rp 1 juta, kepada DN,” ungkap Soleh.

Selanjutnya, pada bulan Agustus 2022, dia diajak ketemuan di tempat ngopi PUPR Situbondo. Di situ dia menyerahkan uang Rp 10 juta untuk memperlancar Komaruddin bisa bekerja di dinas yang dikenal ‘basah’ tersebut.

“Saya ngasi Rp 10 juta di tongkrongan kantor PUPR. Satu bulan kemudian ketemuan lagi di warung depan Elizabeth dan bayar lagi Rp 10 juta. Katanya uang yang pertama kurang dan minta tambahan, ya saya kasi lagi,” ujar Soleh.

Setelah membayar Rp 20 juta, dia dijanjikan bahwa anaknya bakal bisa bekerja di Dinas PUPR pada bulan Februari tahun 2023. Namun hingga saat ini anaknya belum dipanggil-panggil oleh PUPR.

“Hingga sekarang (kemarin) anak saya belum masuk PUPR. Padahal janjinya bulan dua tahun ini (2023). Saya coba telpon DN tidak pernah diangkat. Maksudnya mau nanya. Tapi setiap telepon tidak diangkat,” imbuh Soleh.

Dia menceritakan, untuk membayar uang hingga puluhan juta tersebut, dirinya harus menjual tanah. Tujuannya, agar nasib anaknya tidak sama seperti dirinya yang hanya petani dan bekerja serabutan.

“Tiap hari saya jualan kayu, istri saya jualan gorengan. Saya berani bayar karena percaya dan ingin anak saya punya pekerjaan. Kok tega ya nipu saya, saya sudah percaya sama dia (DN),” tegas Soleh.

Dia berharap agar laporannya ditangani dengan baik. DN yang sudah dilaporkan diharapkan bisa diproses secara hukum. Bahkan, dirinya akan merasa bahagia jika uang yang sudah diberikan bisa dikembalikan. 

“Saya melaporkan ya untuk menyelamatkan uang saya. Itu uang besar bagi saya. Harapan saya semoga pelaku diproses biar tidak nipu orang lagi,” ucap Soleh.

Febriyanto kuasa hukum Soleh menegaskan, dalam pelaporan tersebut sudah mengantongi sejumlah bukti. “Bukti laporan sudah ada bukti foto dan bukti video pada saat penyerahan uang,” kata Febriyanto.

Kata dia, yang terlibat dalam penipuan ini ada dua orang. Satu orang oknum wartawan, kedua adalah oknum LSM.

“Salah satu diduga pelaku ini sebagai wartawan aktif. Tapi maaf untuk nama medianya tidak bisa kami sebutkan. Satunya oknum LSM,” tutup Febriyanto.

Sementara itu, DN belum bisa dikonfirmasi Jawa Pos Radar Situbondo. Ketika di chat melalui Whatsapp tidak aktif. Dipanggil via seluler juga tidak diangkat. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#bukti #LSM #ditipu #wartawan #oknum #polres situbondo #pupr