RADAR SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi membuka kegiatan pekan sholawat nusantara (Pesona), Sabtu malam (16/9) di Alun-Alun Situbondo.
Acara yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad itu diisi dengan pembacaan selawat bersama Majelis Ta’lim dan Sholawat Syubbanul Muslimin.
Antusias masyarakat dalam mengikuti pembukaan Pesona sangat besar. Hal itu terlihat dari banyaknya jamaah yang mengikuti acara sholawat tersebut. Ada ribuan orang yang berada di Alun-Alun Situbondo.
Data yang dihimpun koran ini, pelaksanaan pesona digelar selama lima hari berturut-turut. Sejak tanggal 17-21 September 2023.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Situbondo. Pesertanya berasal dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Situbondo.
Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, pekan selawat nusantara akan terus digelar di Kabupaten Situbondo setiap tahun.
Tujuannya untuk meningkatkan kecintaan warga muslim terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Dengan pesona kita harapkan akan membuat kecintaan kita kepada nabi muhammad akan terus tumbuh,” ujar pria yang akrab disapa Bung Karna itu.
Bung Karna menyatakan, kegiatan selawatan yang rutin digelar selama ini, akan terus dipertahankan. Sehingga pembacaan selawat selalu berkumandang di Kabupaten Situbodo.
“Sehingga selawat terus bisa berkomandang di Situbondo setiap waktu. Lebih-lebih dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad,” ucapnya.
Selain itu, Bung Karna menyampaikan, sebelum selawatan dengan Syubbanul Muslimin, dilaksanakan kirab Ancak Agung. Kegiatan budaya itu bagian dari rangkaian acara maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ancak Agung sebagai upaya untuk melanjutkan tradisi yang dilakukan setiap bulan maulid Nabi Muhammad,” ucap pria asal Kecamatan Arjasa itu.
Lebih lanjut, Bung Karna mengatakan, kegiatan yang sudah dilaksanakan secara turun menurun itu akan terus dipertahankan sebagai tradisi yang ada di Kabupaten Situbondo.
“Tradisi ini tentu terus dilanjutkan. Karena tradisi yang baik ini harus tetap terjaga dan dilestarikan,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin