RADAR SITUBONDO – Harga beras di pasaran saat ini semakin melambung. Perkilogramnya mendekati angka Rp 15 ribu. Keadaan tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Abdul Aziz mengatakan harga satu kilogram beras kini antara Rp 14 ribu hingga Rp 14.500. Padahal, harga beras paling mahal biasanya Rp 12 ribu perkilogram.
“Makanya saya kira sudah saatnya untuk digelar operasi pasar agar harga beras bisa terus ditekan,” ujarnya, Selasa (12/9), saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon.
Aziz menerangkan, dengan operasi pasar diharapkan harga beras bisa kembali stabil. Jika dibiarkan, harga beras yang hampir menyentuh angka Rp 15 ribu perkilogram, maka akan memiliki dampak besar terhadap masyarakat. Terutama warga yang masuk kategori ekonomi menengah ke bawah.
“Karena masih banyak masyarakat kita yang berpenghasilan di bawah rata-rata. Penghasilan mereka dipakai untuk membeli beras saja masih kesulitan. Kasihan masyarakat kelas seperti ini jika tidak mendapatkan sentuhan langsung dari pemerintah,” jelasnya.
Kata Aziz, upaya untuk menekan harga beras juga sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perusahaan Umum Perum Bulog.
Itu artinya, Pemkab wajib untuk segera mengambil langkah kongkrit mengatasi melambungnya harga beras.
“Setidaknya Pemkab bisa sharing dengan Bulog. Segera melakukan dropping beras ke pasar-pasar tradisional untuk menekan harga,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dsikoperindag) melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Ruben Pakilaran mengatakan, upaya Pemkab untuk melakukan operasi pasar masih menunggu tindak lanjut dari Bulog.
Sebab, stok beras untuk disalurkan ke pasar masih belum diketahui.
“Yang menjadi ujung tombak pelaksanaan operasi pasar untuk penyaluran beras adalah bulog. Maka kami masih menunggu,” ucapnya.
Ruben membenarkan, bahwa harga beras di pasar mengalami kenaikan. Bahkan, beras yang disediakan bulog juga ikut naik.
“Harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Bulog mengalami kenaikan juga. Dari yang Rp 9.000 per kilogram menjadi Rp 10.400 per kilogram,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin