Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sebagian wilayah di Wongsorejo Banyuwangi Berwarna Merah, BMKG: Waspadai Ancaman Bencana Kekeringan

Bagus Rio Rohman • Rabu, 13 September 2023 | 02:30 WIB
PRAKIRAWAN: I Gede Agus Purbawa menunjukkan prakiraan cuaca di Banyuwangi melalui layar monitor di kantor BMKG Banyuwangi, Minggu (10/9).
PRAKIRAWAN: I Gede Agus Purbawa menunjukkan prakiraan cuaca di Banyuwangi melalui layar monitor di kantor BMKG Banyuwangi, Minggu (10/9).

RadarBanyuwangi.id – Musim kemarau di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya ternyata masih panjang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi musim kemarau masih terjadi hingga akhir September 2023 mendatang.

BMKG juga mewaspadai bencana kekeringan menghadapi musim kemarau berkepanjangan tersebut.

Masyarakat juga diminta upaya siaga atas akan terjadinya bencana kekeringan, mengingat musim penghujan juga diprediksi akan mundur.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa mengatakan, jika dilihat melalui pantauan peringatan dini kekeringan, sebagian wilayah di Wongsorejo saat ini berpotensi besar mengalami kekeringan hingga berwarna merah atau berstatus awas.

Hal tersebut nampak karena sudah 91 hari berturut-turut hujan tiada turun di Wongsorejo.

"Masuk bulan September ini masih masuk kemarau, potensi kekeringan bahkan kebakaran lahan akan sangat besar," katanya.

Ditambah lagi, lanjut Gede, dengan adanya fenomena El Nino akan membuat musim kemarau tahun 2023 akan semakin kering dan panjang.

Terlebih peristiwa tersebut dapat mengurangi curah hujan yang terjadi. Apabila semakin lama hujan tidak turun, maka potensi kekeringan akan semakin menjadi ekstrem.

El Nino sendiri adalah fenomena alam yang terjadi ketika suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik Tengah dan Timur menjadi lebih hangat dari biasanya, sehingga curah hujan di wilayah sekitar perairan pasifik sebelah timur mengalami pengurangan.

"Jadi saat ini wilayah Banyuwangi, dapat udara dari Australia yang bersifat dingin dan kering. Itulah kenapa hawanya dingin, karena di sana memasuki musim Winter," terangnya.

Meski begitu, masih kata Gede, saat ini belum ada prediksi pasti kapan wilayah Banyuwangi akan masuk musim penghujan.

Gede menambahkan tidak menutup kemungkinan jika datangnya musim penghujan akan mundur akibat dari fenomena El Nino.

"Dari BMKG pusat masih belum ada publikasi terkait perkiraan kapan masuk musim penghujan, kemungkinan September ini akan ada rilis," ungkapnya. (rio)

Editor : Ali Sodiqin
#Musim Hujan #kemarau #el nino #awas #bmkg #wongsorejo #kekeringan #Merah