Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Pertama CFD Dipindah ke Jalan Wijaya Kusuma, Pedagang Bergembira Karena Omzetnya Meningkat Pesat

Iwan Feriyanto • Senin, 11 September 2023 | 20:00 WIB
HARI PERTAMA: Humas CFD Kadari melakukan pendataan pendapatan omzet pedagang, di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Minggu (10/9).
HARI PERTAMA: Humas CFD Kadari melakukan pendataan pendapatan omzet pedagang, di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Minggu (10/9).

RADAR SITUBONDO – Car Free Day (CFD) biasanya digelar di Jalan Ahmad Yani sekitar Alun-Alun Kota Situbondo.

Namun, untuk pertama kali, sejak pagi kemarin CFD digelar Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota. Ternyata, pedagang mengaku lebih beruntung berjualan di tempat tersebut. Kenapa?

Pengalihan lokasi CFD dari Jalan Ahmad Yani ke Jalan Wijaya Kusuma karena ada perbaikan Jembatan di Jalan Wijaya Kusuma. Sehingga, kendaraan dialihkan melewati jalan Ahmad Yani.

Yang menarik, ternyata kebijakan ini justru membuat sejumlah pedagang merasa senang. Sebab, keuntungan mereka naik berlipat-lipat. Antusias warga lebih besar, sehingga berpengaruh terhadap omzet penjualan pedagang.

Beberapa pedagang mengaku nyaman di tempat baru. Bahkan, mereka ingin agar kegiatan CFD tidak dipindah kembali. 

"Masyarakat yang berkunjung justru membeludak dibandingkan ketika berada di lokasi sebelumnya," ujar pedagang roti bakar, Dayat, Minggu (10/9).

Dayat mengaku, omset penjualan roti bakar meningkat drastis. Semula, dirinya biasa menjual roti bakar Rp 200 ribu. Sekarang, bisa mencapai Rp 400 ribu. 

"Alhamdulillah, sekarang bisa terjual sampai Rp 400. Kalau sebelumnya, biasanya Rp 200 sampai Rp 250," ungkapnya.

Selain itu, pedagang makanan tradisional, Rahayu Winarti juga mengaku mendapatkan keuntungan besar. "Pengunjung hari ini banyak. Belum sampai nutup dagangan saya sudah habis," ucapnya.

Kata perempuan yang akrab disapa Wiwin itu, biasanya dirinya hanya membawa pulang uang Rp 200 ribu. Namun, saat ini omset yang didapatkan Rp 350 ribu.

"Pendapatan saya hampir bertambah 50 persen. Ini padahal baru pertama kali pindah," ungkapnya.

Wiwin berharap, kegiatan CFD bisa tetap ramai di tempat yang baru. Sebab selama ini, omset yang didapatkan pas-pasan. 

"Seperti ini yang kami harapkan. Pembeli banyak, pedagang bisa untung," harapnya.

Sementara itu, Humas Panitia CFD Situbondo, Kadari mengatakan, jumlah pedagang semakin bertambah. Semula berjumlah 463 pedagang, sekarang bertambah lagi 100 pedagang yang berasal dari warga sekitar.

"Ini menjadi salah satu PR bersama, di mana kami selaku panitia di bawah binaan Diskoperindag Kabupaten Situbondo harus terus bisa mempertahankan kegiatan positif melalui CFD ini," ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kaka tersebut berharap, perpindahan lokasi CFD benar benar dimanfaatkan oleh warga sekitar. Seperti ketersediaan lahan parkir untuk tambahan pekerjaan.

"Warga bisa menyediakan tempat parkir kendaraan. Dari kegiatan tersebut, ada penambahan penghasilan," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#omzet #roti bakar #pengunjung #untung #Pengalihan #positif #car free day #Pedagang