RADAR SITUBONDO – SMAN 1 Situbondo menggelar peringatan Dies Natalis ke-62 dengan berbagai kegiatan pentas seni yang ditampilkan oleh siswa-siswi sejak 4 hingga 8 September 2023.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah dengan tema 'Semarak Jiwa Ganesha, Gemakan Prestasi Dalam Balutan Kreasi'.
Puncak kegiatan Dies Natalis ke-62, digelar Jumat (8/9) lalu, dengan pelaksanaan jalan sehat dan bazar yang diikuti seluruh siswa, guru, pengurus komite dan mantan kepala sekolah serta undangan.
Acara dibuka dan dilepas langsung oleh Kepala SMAN 1 Situbondo, Martha Mila Sugesti
Kepala SMAN 1 Situbondo Martha Mila Sugesti mengatakan, penyelenggaraan dies natalis menjadi rutinitas tahunan yang diisi dengan pentas seni maupun kegiatan lainnya.
Seperti lomba musik akustik, futsal, estafet, E-sport FF, ekor beracun, hias sepeda dan lomba duta SMASA.
"Di usia ke-62 ini, SMASA semakin berkibar dalam prestasi, kreasi dan inovasi," ujar Marta, kepada koran ini.
Martha mengungkapkan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya saat ini berkomitmen terus mendorong siswa yang berprestasi dan bakat yang dimiliki peserta didik.
Harapannya, ke depan, apa yang menjadi cita-cita siswa dapat tercapai sesuai keinginan. Sehingga, orang tua tidak lagi khawatir menitipkan anaknya di SMAN 1 Situbondo.
"Kita persiapkan anak-anak sedini mungkin sesuai minat dan bakatnya. Jadi tidak ada anak-anak yang mengambang dalam menentukan cita-citanya. Misalnya ingin ke militer, sekolah sudah bekerjasama dengan STAL," ungkap Martha.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Baik dalam bidang kesehatan, kewirausahaan, keagamaan maupun bidang lainnya. Sehingga, diharapkan siswa-siswi bisa mendapatkan tambahan wawasan sejak di bangku sekolah.
"Kita sudah bekerjasama dengan RSAR. Sedangkan bidang kewirausahaan bekerjasama dengan SMKN 4 Malang. UNIB Sukorejo dalam bidang keagamaan dan kerjasama bidang lainnya," ucapnya.
Sementara itu, dalam kegiatan belajar mengajar, Martha menyebutkan ada beberapa program yang dilaksanakan.
Di antaranya, parenting day dan program keahlian. Program parenting day, lanjut Marta, dilaksanakan setiap hari kamis yang didalamnya terdapat program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kegiatan tersebut menghadirkan dari tiga unsur. Yaitu TNI, kepolisian, dan orang tua. Tujuannya adalah untuk melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan siswa di sekolah.
"Jika ada perilaku yang kurang baik bisa segera diperbaiki bersama-sama. Sehingga, tidak ada dusta antara orang tua dan guru," papar Martha
Sedangkan dalam program keahlian, pihaknya secara langsung melibatkan paguyuban wali murid untuk mengelolanya.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan siswa dan orang tua dalam memilih program keahlian yang sesuai bakat dan minat yang sudah dipersiapkan untuk masa depan siswa.
"Jadi koordinasi, kolaborasi antara orang tua, siswa dan guru bisa maksimal. Karena, peran serta orang tua sangat dibutuhkan dalam mensukseskan program sekolah," pungkasnya. (jon/pri)
Editor : Ali Sodiqin