Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dosen Unars dan Unib Kolaborasi Ciptakan Alat Pengering Ikan Lewat Kegiatan Pengabdian

Iwan Feriyanto • Sabtu, 9 September 2023 | 02:00 WIB
MENJEMUR IKAN: Penciptaan alat pengering ikan dapat mendukung lancarnya usaha ikan kering.
MENJEMUR IKAN: Penciptaan alat pengering ikan dapat mendukung lancarnya usaha ikan kering.

RADAR SITUBONDODosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (Unars) dan Dosen Universitas Ibrahimy (Unib) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Yakni, Dr Ir Endang Suhesti, M.P (Unars); Creani Handayani, S.Pi, Msi (Unars) dan Siti Nur Aisyah Jamil, Spi, M.P (Unib)  Kegiatannya merupakan kolaboratif antara dosen dan mitra, berupa penciptaan alat pengeringan ikan yang inovatif.

Dr Ir Endang Suhesti, M.P menerangkan, alat ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lokal. Sehingga, dapat membantu mitra dalam proses pengeringan ikan dengan lebih efektif dan efisien. Dalam kondisi tertentu tantangan yang dihadapi mitra yaitu cuaca.

“Sering kali cuaca menghambat dalam proses pengeringan ikan, sehingga ikan cepat rusak dan berjamur. Salah satu fitur utama dari alat ini adalah kemampuanya untuk mengatur suhu dan sirkulasi udara secara otomatis,” imbuh Endang.

Hal ini, lanjut Endang, penting dalam proses pengeringan ikan. Sebab, suhu dan kelembaban yang tepat dapat memastikan bahwa ikan dikeringkan dengan baik tanpa menghilangkan nutrisi penting. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan sensor kelembaban yang dapat memonitor kondisi lingkungan sekitar.

“Sehingga, mitra dapat menyesuaikan pengaturan alat sesuai dengan kondisi cuaca. Selain efisiensi dalam proses pengeringan, alat ini juga ramah lingkungan,” terang perempuan berjilbab itu.

Creani Handayani, S.Pi, Msi menambahkan, penggunaan energi dalam alat pengeringan ikan sangat efisien. Desainnya juga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. “Dengan demikian, mitra dapat mengoptimalkan hasil olahan ikan kering,” imbuhnya.

Disebutkan, kegiatan pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan, dari proses penggalian informasi dari mitra sampai dengan pembuatan alat yang diikuti oleh mitra serta beberapa karyawan mitra juga terlibat dalam kegiatan ini.

“Mereka sangat antusias dan fokus dalam mengikuti kegiatan tersebut. Proyek pembuatan alat pengering ikan juga melibatkan pengetahuan dan pelatihan kepada mitra mengenai penggunaan alat secara benar dan efektif,” terang Creani.

MEMBANTU WARGA: Alat pengering ikan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lokal.
MEMBANTU WARGA: Alat pengering ikan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lokal.

Sementara itu, Siti Nur Aisyah Jamil, Spi, M.P menambahkan, penciptaan alat pengering ikan merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa inovasi teknologi lokal benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

“Melalui pelatihan, mitra tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan tentang cara menggunakan alat pengering ikan, tetapi juga bagaimana menjaga dan merawatnya agar alat tersebut memiliki umur yang panjang,” tegasnya.

Dia menambahkan,  pembuatan alat pengering ikan merupakan langkah menuju arah yang lebih baik dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Dengan adanya dukungan dan apresiasi dari masyarakat serta pihak terkait, diharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar dalam waktu yang akan datang,” cetus Aisyah.

Warga yang menjadi mitra, yakni Bapak Poniman, mengaku selama ini usahanya terkendala dalam proses penjemuran jika cuaca tidak bagus.

Maka dari itu, solusi dalam memecahkan masalah tersebut salah satunya membuat inovasi yang dapat mendukung lancarnya usaha ikan kering. Kemudian langkah nyata diambil oleh Dosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dan Dosen Universitas Ibrahimy.

“Inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi lokal dapat membantu mengatasi masalah nyata dalam masyarakat. Dengan alat pengering ikan ini, mitra dapat mengoptimalkan hasil produksi ikan kering, meningkatkan pendapatan dan menjaga kualitas produk ikan kering,” paparnya.

Lebih dari itu, kata Poniman, inovasi ini juga memberikan pandangan positif mengenai bagaimana teknologi dapat bersinergi dengan tradisi dan lingkungan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kita sangat mendukung terhadap langkah yang diambil oleh dosen Unars dan Unib. dengan diterapkan inovasi alat pengering ikan ini, kegiatan pengolahan ikan khususnya ikan kering bisa berkelanjutan. Apalagi potensi perikanan yang ada di Kabupaten Situbondo ini sangat bagus,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#UNIB #ikan #unars #pengeringan #pengabdian #Sensor #cuaca #suhu #Ikan Kering #ibrahimy #Inovatif