Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelebaran Jembatan Aingsonok Disoal Warga, Anggota DPRD Situbondo Curiga Pembangunan Tidak Sesuai RAB

Iwan Feriyanto • Jumat, 1 September 2023 | 18:30 WIB
DISOAL: Komisi III DPRD Situbondo melakukan sidak terhadap pembangunan jembatan Aengsonok di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kamis (31/8).
DISOAL: Komisi III DPRD Situbondo melakukan sidak terhadap pembangunan jembatan Aengsonok di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kamis (31/8).

RADAR SITUBONDO – Komisi III DPRD Situbondo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan jembatan Aengsonok di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Kamis (31/8).

Ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang dugaan pembangunan proyek yang merugikan masyarakat. Sebab, saat proses kegiatan berlangsung, tidak ada jalan alternatif yang bisa dilalui warga.

Jembatan yang lama digunakan warga untuk jalan penghubung antara aliran sungai Aengkenik itu sudah lama berdiri. Namun, lebar jalan tidak terlalu besar. Jembatan tersebut hanya bisa dilintasi satu sepeda motor. Bila ada kendaraan lain dari arah berlawanan, maka sangat menyulitkan.

Jembatan tersebut kini mulai diperlebar. Sehingga, pengendara motor tidak lagi kesulitan saat berpapasan. Namun, saat proses pembangunan, warga mengeluh. Sebab, tidak ada jembatan alternatif yang bisa digunakan warga untuk melintas.

Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin mengatakan, pembangunan jalan untuk pelebaran jembatan di Aengsonok dikeluhkan warga. Sebab, jembatan yang menjadi satu-satunya warga melintas kini tak bisa difungsikan. Sementara pelaksana kegiatan, tidak menyediakan jalan lain. Sehingga arus kendaraan menjadi terganggu.

“Pembangunan jembatan ini dikeluhkan warga dan disampaikan kepada kami. Karena tidak ada jalan lain untuk lalu lintas kendaraan motor,” ujarnya, Kamis (31/8).

Selain itu, Arifin mengaku, banyak temuan di lapangan saat dirinya melakukan sidak. Oleh sebab itu, DPRD akan memanggil pihak kontraktor dan Dinas PUPP.

“Pembangunan Jembatan yang menelan anggaran DAU hingga Rp 1,3 miliar itu ada dugaan kecurangan. Karena pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB, seperti tidak menggunakan mesin cor dan lainnya. Maka, kami akan mengundang Dinas PUPP dan kontraktor untuk rapat masalah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek, CV Berkah Jaya Besuki, Yosi menjelaskan, alasan dirinya tidak menggunakan mesin cor lantaran truk molen tidak bisa masuk ke lokasi pembangunan jembatan. Sebab, akses jalan dari jalan menuju lokasi pekerjaan itu sangat sempit.

"Namun, dengan menggunakan pengecoran manual, kita juga menggunakan timbangan untuk pencampuran cor betonnya. Kalau menunggu jalan ini bisa dilalui truk molen akan memakan waktu lama. Padahal, proses pengecoran tanah sendiri dibutuhkan segera. Tanah di sini kalau tidak segera dicor akan longsor terus," ucapnya singkat. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#pelebaran #sidak #DPRD Situbondo #jembatan #jalan alternatif #motor #warga #keluhan