Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tradisi Tahunan Rokat Tanah Desa Gebangan, Tongkat Warisan Kepala Desa Pertama Dikirab Keliling Kampung

Humaidi. • Jumat, 1 September 2023 | 01:00 WIB
GIAT TAHUNAN: Kepala Desa Gebangan Joko Sabar (dua dari kiri) diiringi ratusan warga membawa tongkat turunan menuju makam Mbah Sila, Selasa lalu (29/8).
GIAT TAHUNAN: Kepala Desa Gebangan Joko Sabar (dua dari kiri) diiringi ratusan warga membawa tongkat turunan menuju makam Mbah Sila, Selasa lalu (29/8).

RADAR SITUBONDO – Kegiatan tahunan rokat tanah oleh warga Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Selasa lalu (29/8), berlangsung meriah.

Yang menarik, ada tongkat warisan kepala desa (kades) pertama yang dipegang kades saat ini. benda keramat itu kemudian dikirab menuju makam Mbah Sila, pembabat desa setempat.

TradisitTahunan ‘Rokat Tanah’ di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, dibuka langsung Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi.

Usai memberikan sambutan, orang nomor satu di Kota Santri itu, kades, dan istrinya berjejer berdampingan memegang semacam tongkat komando warisan dari almarhum Kades pertama, H Nur Rahem.

Acara kemudian dilanjut dengan pelaksanaan kirab. Sebagian warga ada yang memikul kepala sapi dan ancak berisi tumbuh-tumbuhan hasil panen warga desa setempat. Masyarakat  sekitar juga ikut mengiringi.

“Ini sudah kegiatan tahunan. Setiap acara rokatan tanah pasti dimulai dari rumahnya kades menuju makam pembabat Desa Gebangan. Kebetulan rumah saya ke makam hanya jarak 200 meter,” ungkap Kades Gebangan, Joko Sabar, Rabu (30/8).

Dalam perjalanan itu, Kades memegang tongkat Kades pertama. Konon, tongkat itu diperolah dengan cara bertapa hingga dijadikan jimat oleh setiap orang yang menjadi pemimpin di Desa Gebangan.

“Almarhum Kades H. Nur Rahem itu menjabat hingga 32 tahun. Paling lama masa jabatannya. Habis itu diganti, dan saya merupakan kades nomor empat,” kata Joko.

Dia menjelaskan, setelah rombongan tiba di makam, dilakukan doa bersama. Dilanjutkan dengan memandikan tongkat dan  mengubur kepala sapi. Ini merupakan simbol bersedekah kepada makhluk yang ada di bumi.

“Kalau ancak yang diusung warga itu direbut oleh masyarakat usai didoakan. Kalau kepala sapi dikuburkan dalam tanah dan dibacakan doa rokat. Harapannya semoga rakyat sejahtera, hasil taninya juga banyak,” tutup Joko. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#warisan #tradisi #budaya #Kades #komando #tongkat #Karna Suswandi #simbol #bersedekah #Pemimpin