Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PKL di Alun-Alun Situbondo Ganggu Pengunjung, Satpol PP Janji Tertibkan Lapak Sembarangan

Humaidi. • Jumat, 1 September 2023 | 00:00 WIB
MENUTUP TROTOAR: Anggota Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sebelah barat Alun-alun Kota Situbondo, Rabu (30/8).
MENUTUP TROTOAR: Anggota Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sebelah barat Alun-alun Kota Situbondo, Rabu (30/8).

RADAR SITUBONDO – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) ditertibkan oleh Anggota Satpol PP, Rabu (30/8). Penyebabnya, keberadaan mereka yang membuka lapak di area Alun-alun Kota dianggap mengganggu pengunjung.

Komandan Regu (Danru) Dua Satpol PP Situbondo, Anang Budi Hartono mengatakan, penertiban itu dilakukan setelah melihat belasan PKL membuka lapak di sepanjang trotoar sebelah barat Alun-alun. Hal itu tentu merusak pemandangan dan mengganggu pejalan kaki.

“Saat kami datang, sudah banyak PKL yang buka lapak sembarangan. Karena mengganggu terpaksa harus kami tertibkan,” kata Anang.

Menurutnya, PKL yang sudah membuka lapak di atas trotoar tersebut baru datang setelah mendengar ada acara karnaval di Alun-alun.

Sehingga PKL sulit diatur karena tidak memiliki paguyuban yang bisa mengatur tempat. “Ini adalah PKL yang datang saat ada acara saja, kalau di hari-hari biasa tidak ada,” imbuh Anang.

Dikatakan, pihaknya sudah memberikan toleransi kepada para PKL. Buktinya, mereka hanya diminta untuk merapikan tempat dan tidak menutup akses jalan. Namun, begitu acara selesai mereka harus meninggalkan tempat.

“Kalau di Alun-alun kan sudah ada Peraturan Bupati melalui perda  nomor 7 tahun 2018 yang mengatur tidak boleh ada PKL berjualan di atas trotoar. Kalau acara keramaian sudah selesai harus dikosongkan,” tegas Anang.

Kata dia, sejumlah PKL yang diatur banyak yang mengeluh. Mereka menganggap petugas menghalangi pencarian rezeki mereka. Padahal, dirinya hanya menjalankan perintah dan bertujuan untuk memperindah suasana.

“Memang banyak PKL yang sudah menggelar lapak, tiba-tiba dipindah. Ada yang marah-marah, ada juga yang menerima. Sudah biasa, itu memang makanan kami tiap menegakkan perda,” tutup Anang. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Lapak #alun-alun situbondo #satpol pp #Akses Jalan #pejalan kaki #trotoar #pkl