RADAR SITUBONDO - Penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumphy Skin Disease (LSD) masih mengkhawatirkan. Meski kasusnya saat ini sudah minim, namun perlu diantisipasi, agar tidak banyak warga yang dirugikan dengan penyakit tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Peternakan (Disnakkan) Situbondo, Ahmad Djunaidi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat, Veteriner Sulistiyani mengatakan, meski kasus penyakit menular yang terjadi pada hewan saat ini sudah minim terjadi, namun pemerintah berupaya untuk bisa mencegah dan mengantisipasi agar penyakit tersebut tidak muncul kembali.
“Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan pengecekan kesehatan hewan. Ini dilakukan secara berkala dan terus menerus. Sehingga, warga tidak khawatir hewannya terpapar penyakit PMK dan LSD,” ujarnya, Selasa (29/8).
Kata Sulis, pemerintah menargetkan tahun ini ada ribuan ekor sapi yang bisa mendapat pengecekan kesehatan. Kemudian, tahun berikutnya pemeriksaan kesehatan hewan ternak tersebut kembali menyasar ke tempat lainnya.
“Pemeriksaan kesehatan hewan ini akan dilaksanakan secara merata dan bertahap. Sasarannya ada 1.750 ekor yang tersebar di 17 Kecamatan yang ada di daerah Kabupaten Situbondo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sulis menyebutkan, selain pemeriksaan kesehatan hewan ternak, juga dilakukan penyemprotan kandang. Kemudian pemberian obat untuk hewan agar bisa tetap sehat dan terhindar dari paparan penyakit menular.
“Mulai dari pemberian inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan (PKb), pemeriksaan status reproduksi, pemberian vitamin dan obat cacing. Selain itu juga pemberian desinfektan dan pemeriksaan kesehatan hewan. Sehingga ini bisa mencegah terjadi penyakit PMK dan LSD,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin