Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berharap Tangkapan Ikan Tambah Banyak, Nelayan Panarukan Larung Sesaji ke Tengah Laut

Humaidi. • Jumat, 25 Agustus 2023 | 22:30 WIB
TRADISI TAHUNAN: Ratusan warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, menyaksikan pelepasan larung saji di pinggir pantai setempat, Kamis (24/8).
TRADISI TAHUNAN: Ratusan warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, menyaksikan pelepasan larung saji di pinggir pantai setempat, Kamis (24/8).

RADAR SITUBONDO – Ratusan warga pinggir pantai Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo, merayakan petik laut, Kamis (24/8).

Mereka berharap dengan adanya selamatan yang diiringi larung sesaji, itu bisa menambah tangkapan ikan lebih banyak dan berkah.

Pelepasan larung sesaji ke tengah pantai dilakukan pukul 13.00. Pelepasan sesaji juga diawali dengan pembacaan doa-doa agar kegiatan tahunan itu bisa membawa berkah.

Setelah itu, nampak petugas yang akan menggotong perahu mini berisi hasil pertanian dan kepala sapi berputar terlebih dahulu di pinggir larung sesaji.

Hal itu, dilakukan untuk meminta izin kepada penjaga perahu mini. Berikutnya, sesaji langsung diangkat bersama-sama menuju pinggir pantai. Tak lama kemudian langusng ditarik ketengah laut diiringi belasan perahu yang dihias ke tengah laut.

Sayangnya, dalam petik laut tersebut tidak terlalu meriah. Sebab, tidak semua perahu dihias. Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo hanya melihat tiga perahu yang dihisi cukup indah. Yang lain ada yang membawa sound system dan memuat warga saja.

Setibanya di tengah laut, larung sesaji yang sudah dibawa berputar-putar itu menjadi rebutan para nelayan yang mengiringi dari pinggir. Mereka merebut isi dari sesaji yang dipercaya membawa keberuntungan.

“Katanya kalau dapat sebagian sesaji bisa dibuat jimat, ini saya dapat uang mau dibuat jimat. Siapa tahu bisa memanggil uang yang lain,” kata Gufron sambil tertawa.

Kata dia, uang yang dijadiakan hiasan sesaji lumayan banyak. Ada uang pecahan ribun ada pula yang ratusan. Sehingga banyak pemuda yang melompat di tengah untuk merebut uang tersebut.

“Macam-macam dapatnya. Ada yang dapat uang, ada yang dapat kepala sapi dan sayur-sayuran,” ujar Gufron.

Kepala Desa Gelung H. Hadi Baikuni mengaku, perayaan petik laut sudah dilakukan turun temurun. Dia juga tidak tahu perayaan tersebut yang keberapa kalinya.

Yang jelas dia hanya mengikuti adat yang sudah berjalan sejak dirinya belum menjadi Kades.

“Acara ini diadakan untuk mengharap berkah saja. Selain itu sebagai hiburan bagi warga sekitar dan para nelayan. Makanya kami datangkan dua artis untuk menghibur,” kata Hadi singkat. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#hasil laut #larung sesaji #adat #tangkapan ikan #nelayan #panarukan #berkah #petik laut