Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sopir Logistik Sarankan Penyesuaian Harga Tiket di Pelabuhan Jangkar

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 25 Agustus 2023 | 18:00 WIB
KMP Jatra II kembali ditarik ke dermaga Pelabuhan ASDP Ketapang menyusul sepinya kendaraan pengangkut logistik yang berangkat dari Pelabuhan Jangkar, Minggu (20/8).
KMP Jatra II kembali ditarik ke dermaga Pelabuhan ASDP Ketapang menyusul sepinya kendaraan pengangkut logistik yang berangkat dari Pelabuhan Jangkar, Minggu (20/8).

RadarBanyuwangi.id – Kembalinya KMP Jatra dan KMP Jambo X ke Lintasan Ketapang disambut positif para sopir lintas provinsi.

Mereka berharap, keberadaan dua kapal tersebut bisa kembali memperlancar distribusi kendaraan dari Pulau Jawa ke NTB yang sempat terhambat akibat berkurangnya armada kapal di Pelabuhan Ketapang.

Ketua Keluarga Besar Driver Indonesia (KBDI) Farid Hidayat mengatakan, saat ini kondisi pelabuhan Ketapang untuk melayani penyeberangan ke Lembar masih belum stabil.

Adanya beberapa kapal yang masih docking membuat distribusi kendaraan menjadi terhambat.

"Kita bersyukur dengan kembali kapal dari Jangkar ke Ketapang bisa membantu mengangkut kendaraan. Walaupun belum lancar keseluruhan karena masih ada yang dok, tapi ini cukup membantu," kata Farid.

Dia menambahkan, ada beberapa alasan yang membuat sopir kendaraan angkutan enggan menggunakan Pelabuhan Jangkar.

Yang paling terlihat, adalah selisih harga tiket yang menurutnya cukup tinggi. Sehingga membuat sopir pun berhitung dan lebih memilih menyeberang lewat Pelabuhan Ketapang daripada Jangkar.

Seperti tiket untuk golongan VB misalnya. Ada selisih sekitar Rp 440 ribu dari tiket di Pelabuhan Jangkar dengan Ketapang. Padahal, ongkos BBM dari Jangkar ke Banyuwangi hanya butuh sekitar Rp 150 ribu. Begitu juga untuk golongan truck VIB.

Selisih tiketnya mencapai Rp 800 ribu. Sedangkan biaya BBM dari Jangkar ke Banyuwangi hanya Rp 200 ribu.

"Selisih itu kan lumayan sekali untuk sopir, mereka memilih menyeberang ke Banyuwangi dari pada kehilangan Rp 290 ribu atau Rp 600 ribu," jelasnya.

Kecuali, jika selisih harga tiket antara Ketapang dengan Jangkar hanya terpaut di angkar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk angkutan truk sedang dan truk besar.

Kemungkinan sopir akan memilih untuk menyeberang lewat Pelabuhan Jangkar. Karena mereka bisa menghemat biaya pewatan ban dan ganti oli kendaraan.

"Misalnya untuk VI B yang di Ketapang harga tiketnya Rp 3 juta kemudian di Jangkar Rp 3,2 juta, ya sopir pasti lebih pilih ke Jangkar," jelasnya.

Sementara itu, terkait antrean kendaraan logistik di Banyuwangi yang harus menunggu hingga empat sampai lima hari untuk bisa diangkut sampai ke Lembar, Farid juga mengatakan jika hal tersebut juga terjadi karena hitung-hitungan ongkos.

Para sopir sebenarnya bisa saja  berlayar melalui jalur darat, melewati pulau Bali kemudian menyeberang dari Pelabuhan Padangbai menuju Lembar. Namun, karena perjalanan menggunakan Long Distance Ferry (LDF) dianggap lebih murah.

Para sopir pun memilih menunggu giliran untuk bisa terangkut dengan kapal LDF menuju Lembar.

"Selisih ongkos yang dikeluarkan lebih mahal kalau lewat darat (Pulau Bali). Bisa satu juta lebih, kalau menunggu misal sampai empat hari, maksimal sehari hanya habis Rp 100 ribu, kecuali kalau butuh waktu cepat baru lewat darat," tutupnya. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#Driver #pulau jawa #distribusi #logistik #pelabuhan ketapang #sopir #ntb #kapal #docking