RADAR SITUBONDO – Madun, warga Dusun Cempaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondom akhirnya meninggal dunia, Senin (21/8) sekitar pukul 11.30.
Kakek 76 tahun ini menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan satu malam di rumah sakit umum daerah (RSUD) Situbondo. Sebelumnya, dia dianiaya dua pelaku Hasan Basri, 25, dan Sutiyono, 45, Minggu malam (20/8).
Penganiayaan yang menimpa Madun diduga kuat gara-gara konflik batas tanah antara Zaitun, 50, dengan Juniatun Hasanah, 51. Kakek Madun terlibat dalam polemik batas tanah itu karena ingin menjembatani persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan.
Saat kejadian, Zaitun sedang berada di rumah Madun. Sekitar pukul 18.30 Hasan Basri dan Sutiyono yang tak lain saudara Juniatun Hasanah tiba-tiba datang ke rumah Madun dan langsung berteriak lantang memanggil Madun.
Saat itu, tanpa banyak basa-basi, Hasan Basri langsung memukul Madun menggunakan tangan kosong. Disusul Sutiono juga melayangkan pipa ke bagian kepala Madun hingga tersungkur. Saat Madun jatuh pun tetap dihajar.
Beruntung, saat kejadian, Zaitun sempat melerai dan teriak-teriak minta tolong hingga akhirnya dua pelaku langsung melarikan diri.
“Saya melihat sendiri kejadiannya. Saat kepala Kaji (Madun) dipukul seperti bunyi kapak mengupas kelapa. Saat dipukul saya tidak tega dan sengaja memalingkan wajah agar tidak melihat. Tapi saya teriak-teriak minta tolong,” ungkap Zaitun.
Kata Zaitun, persoalannya sebenarnya sepele. Dia membangun rumah, dan bangunannya itu diduga sudah melebih batas.
Padahal, dia merasa masih wajar dan tidak melanggar. Akhirnya dibantu oleh Madun untuk diluruskan. “Yang konflik tanah saya dan Juniatun. Madun hanya menengahi saja itu. Kok dipukuli,” ujar Zaitun.
Akibat penganiaan yang dilakukan oleh dua orang itu, Madun mengalami luka bocor pada bagian kepala sebelah kanan akibat hantaman pipa. Habis itu, Madun langsung dibawa ke Puskesmas Mangaran lalu dirujuk ke RSUD Situbondo.
“Madun masuk Puskesmas. Habis itu dibawa ke rumah sakit umum. Dirawat di UGD dari malam hingga siang. Pukul 11.30 sudah meninggal,” kata Zaitun.
Setelah Madun selesai dimakamkan sekitar pukul 13.20, dua pelaku yang dilaporkan paska kejadian penganiayaan sudah diringkus tim Resmob Polres Situbondo.
“Benar, pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dilakukan klarifikasi kepada dua pelaku,” ucap Kasatareskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito Pranoto. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin